PALEMBANG —  Menanggapi keresahan beberapa bidan mengenai iuran sebesar Rp. 125 ribu di kabupaten Ogan Ilir (OI) untuk pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumsel yang diberitakan oleh salah satu media online, ketua IBI Sumsel Siti Aisyah membantah hal tersebut.

“Fitnah itu, nanti saya cek lagi,” Tegasnya usai menghadiri HUT IBI di Balai pendidikan Kesehatan Sumsel, Kamis (21/7).

Ia menjelaskan, bahwa uang tersebut digunakan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan IBI seperti seminar dan lainnya. “Ya memang uang itu untuk mengikuti seminar dalam rangka HUT IBI karena kita ada registrasi, hal ini biasa dilakukan karena seminar itu banyak manfaatnya untuk kemajuan bidan di Sumsel dan menambah pengetahuan,” tambahnya.

Ia mengatakan, bahwa IBI  secara nasional berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) IBI  memang mengambil iuran sebesr Rp. 10 ribu. ” Rp.1000  ke Pusat, Provinsi  Rp.1500, Cabang 2500, dan Ranting Rp.5000. Itu jelas dan legal, yang iuran lain saya tidak tahu, tapi kalau untuk kegiatan dan disetujui oleh semua pengurus ya silakan saja, karena kita ketahui untuk membuat kegiatan itu butuh biaya ” jelasnya.

Siti Aisyah mengharapkan media untuk menyebarkan pernyataan tentang IBI Sumsel agar masalah ini bisa selesai.

“Saya harapkan dengan penjelasan ini para bidan tidak lagi resah dengan permasalahan ini, karena hal ini juga demi kemajuan IBI ke depan,” tutupnya.(juniara).

RelatedPost