PALEMBANG — Kapten tim Sriwijaya FC Supardi Nasir dan TA Mushafry menjadi sosok penting saat membawa laskar wong kito mengalahkan Persija Jakarta 2-1, Minggu (23/10) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Dua gol yang diciptakannya di babak kedua mampu membalikan keadaan dan akhirnya membawa SFC unggul setelah sebelumnya tertinggal oleh gol cepat Pacho Kenmogne di menit 12 babak pertama.

Pelatih Persija, M Zein Alhadad mengaku tim tuan rumah bermain lebih baik di laga ini. “Pertandingan berlangsung seru dan menarik, namun sayang kami kalah karena SFC lebih dinaungi keberuntungan,” ungkapnya usai pertandingan. Menurutnya, setelah bermain selama hampir 80 menit, pihaknya harus menyerah kalah cukup menyakitkan.

“Harus kami akui, setelah berhasil menyamakan kedudukan SFC morilnya naik. Pemain kami sedikit tertekan,” jelasnya. Terkait minimnya pergantian pemain yang dilakukan olehnya di laga ini, diakuinya hal tersebut dikarenakan faktor strategi. “Saat skor imbang, saya butuh pemain yang punya kecepatan, jadi pemilihan Siswanto bukan karena hal lainnya,” bebernya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Willian Pacheco, palang pintu Macan Kemayoran asal Brasil yang menyebut SFC bermain lebih baik di laga ini. “Di babak pertama, kami bermain sangat baik dan punya babak peluang. Namun saat di babak kedua, Persija bermain lebih bertahan dan sulit menyerang. Namun terlepas dari semua itu, SFC memang tim yang sangat baik di laga ini,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pelatih SFC Widodo C Putro menyebut di babak pertama anak asuhnya memang sulit untuk mengembangkan permainan. Apalagi hujan deras yang mengguyur stadion GSJ membuat anak asuhnya terkuras fisik dan cenderung berhati-hati. “Pengalaman adalah guru yang terbaik, walau tertinggal lebih dulu namun saya tetap mengingatkan agar mereka tidak lengah dan terburu-buru menyamakan kedudukan. Laga melawan Bhayangkara adalah pelajaran berharga, saat kebobolan lebih dulu dan bernafsu kami malah tertinggal lebih banyak lagi dari counter attack,” bebernya.

Terkait digantikannya Alberto Goncalves di awal babak kedua, menurutnya hal ini dikarenakan kondisi top skor sementara SFC tersebut memang kurang maksimal di laga ini. “Kami tidak bisa menduga siapa yang akan bermain sebelum laga dimainkan, namun saya senang karena kami mampu bermain sebagai tim dan malam ini mereka membuktikan bahwa tidak ada pemain inti atau cadangan di SFC. Siapapun yang diturunkan tahu apa yang harus dikerjakan dan menggantikan pemain yang ditarik,” tambahnya.

Selain itu, motivasi lainnya yang membuat timnya bermain kesetanan malam ini adalah faktor ultah SFC yang berbarengan dengan laga ini dimainkan. “Suporter malam ini menunjukkan bahwa mereka adalah pemain ke-12 untuk kami, manajemen juga mensupport sangat baik dan yang paling penting adalah sebelum laga dimulai kami tahu bahwa malam ini adalah laga yang sangat penting untuk masyarakat Sumatera Selatan. Dan pemain sudah bertekad bahwa mereka harus memberikan yang terbaik untuk kado manis di ultah SFC,” pungkasnya. (dedi)

Related Post