PALEMBANG — Untuk menghindari kekerasan terhadap anak didik sekolah. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kota Palembang menggelar seminar nasional yang diikuti oleh seluruh guru tingkat SD, SMP, dan SMA se-kota Palembang.

Ketua PGRI kota Palembang Hasanuddin mengatakan, seminar ini sangat penting bagi guru agar bisa memahami anak didik dan memberikan kenyamanan dalam proses belajar supaya anak-anak bisa berkembang dengan baik.

“Dengan seminar ini diharapkan guru bisa memahami anak didik, karena guru sudah mempunyai bekalan-bekalan dalam mengajar siswa dengan ramah anak, artinya ini guru mampu melayani pendidikan sehingga anak-anak betah disekolah dan merasa nyaman disekolahnya,” kata Hasan usai seminar nasional di gedung guru Universitas PGRI, Rabu (29/03).

Sementara itu, Ketua Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang, Ahmad Zulinto mengungkapkan bahwa seminar nasional guru ini mampu memberikan motivasi terhadap guru dalam mengajar dan mendidik siswa yang ramah anak.

“Bahwa memang pendidikan perlu dan guru sudah mempunyai potensi, baik potensi paidagogisnya, akademiknya, serta potensi sosialnya semua itu sudah di miliki oleh guru. Jadi tidak ada guru mengajar siswanya dengan kekerasan,” jelasnya.

Ia menyampaikan guru yang melakukan tindakan kepada siswa bukan semuanya dinamakan kekerasan. Ada tindakan paidagogis, tindakan sosial, dan juga tindakan disiplin, jadi semua itu jangan dinamakan kekerasan.

“Guru juga bisa memahami siswanya, jadi jangan semua tindak guru kepada siswanya dinamakan kekerasan,” tambahnya.

Ia berharap, dengan seminar ini mampu memberikan masukan dan informasi kepada guru, “Kita berharap kedepannya tidak ada lagi yang namanya kekerasan, dengan seminar ini guru dapat masukan dan informasi tentang pendidikan yang ramah anak,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait