PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 2015 lalu menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah provinsi (pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk berkomitmen membangun daerah dengan konsep ramah lingkungan hijau.

Staf khusus Gubernur Sumsel bidang perubahan iklim, Najib Asmani mengatakan, untuk menciptakan lingkungan hijau ramah lingkungan pasca Karhutla diperlukan restorasi lahan.

“Restorasi menurut pemahaman kita adalah menanam kembali, cukup menjaga hutan yang sudah ada untuk suksesi alam,” kata dia disela kegiatan Focus group discussion (FGD) manajemen terpadu lahan gambut melalui pedekatan 3R (Restorasi Hidrologi, Revegetasi dan Revitalisasi Penghidupan Masyarakat) di hotel Aston, Jumat (24/02).

Menurutnya, untuk melakukan restorasi lahan ada empat tahapan cerdas yang pertama dalam memahami lahan gambut harus cerdas secara karakateristik. “Kita harus memahami betapa pentingnya alam itu,” kata dia.

Kedua, sambung Najib harus cerdas secara akademik yang harus melakukan penelitian dan pengembangan manfaat. Ketiga, cerdas finansial dan keempat cerdas secara sosial. “Inilah yang harus kita lakukan, memberikan mafaat sebesar besarnya bagi masyarakat,” jelas Najib.

Najib mengatakan restorasi lahan gambut merupakan salag satu langkah untuk mencegah karhutla agar tidak terulang lagi dan busa menciptakan lingkungan yang sehat. Untuk itu perlu kerjasama dan dukungan semua pihak, salah satunya melalui FGD yang dilakukan oleh Forum DAS dan pihak lainnya.

“Apalagi kita akan menghadapi Asian Games 2018, jadi keberhasilan kita mencegah Karhutla akan sangat bersampak untuk menyukseskan hajatan internasional ini, jadi mari kita bekerjasama dan saling mendukung,” ungkapnya.

Sementara, Prof. Robiyamto H. Susanto Tim Ahli TRGD Sumsel mengatakan, kegiatan FGD ini untuk mempertajam dan memperjelas apa dari hasil kunjungan di lapangan ke tama suaka margasatwa Padang Sugihan.

“Jadi kesimpulannya dalam melakukan restorasi harus ada hidrologinya, revitalisasi penghidupn masyarakat dan revegetasi serta melakukannya secara bersama dengan saling membantu,” tukasnya.(juniara)

Artikel Terkait