PALEMBANG — Meski dipaksa menelan kekalahan di laga terakhir melawan PSM Makassar (21/5) kemarin, namun Hilton Moreira menyebut bahwa kondisi di ruang ganti Sriwijaya FC tetap kondusif. Pemain senior laskar wong kito ini pun menyebut bahwa seluruh anggota tetap fokus dan berniat melampiaskan kekecewaan dengan cara meraih kemenangan meyakinkan saat bertemu Madura United, Sabtu (27/5) mendatang di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Menurut pemain yang juga menjadi bagian dari tim SFC saat menjuarai kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 lalu ini, memang ada rasa kesedihan mendalam usai laga melawan PSM Makassar lalu. Saat itu, di ruang ganti stadion Andi Mattalata Makassar, Hilton pun menyebut dirinya sengaja berbicara dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota tim yang sudah berjuang maksimal di laga tersebut.

“Saya berbicara dan mengucapkan terima kasih, karena semua sudah melihat sendiri bagaimana begitu seriusnya kita dan sangat bekerja keras mempersiapkan diri melawan PSM Makassar kemarin. Banyak pemain yang tidak siap 100 persen namun semangat berjuang, saat latihan di lapangan pasir JSC pun semua mengerahkan yang terbaik. Dan itu sudah menunjukkan bagaimana kami yang di dalam tim sangat ingin membawa SFC kembali juara musim ini,” tegasnya.

Top skor sementara SFC ini juga menyebut bahwa dirinya bersama Beto juga mempunyai tanggung jawab berbeda musim ini. “Bukan saja dengan Beto, namun Yu Hyun Koo, Mushafry dan Airlangga juga, sebagai pemain yang senior tentu kami juga harus bisa memberikan contoh yang baik kepada pemain SFC lain yang rata-rata masih sangat muda,” ujarnya.

Diakuinya, kini setiap harinya seluruh pemain selalu memberikan yang terbaik saat latihan. “Pemain muda SFC mungkin salah satu yang terbaik di kompetisi musim ini, namun mereka memang tidak boleh cepat puas dan terus meningkatkan kualitasnya,” tambahnya.

Sementara itu, Alberto Goncalves sendiri menyebut bahwa dirinya memang sempat dilanda rasa kecewa yang begitu mendalam usai laga melawan PSM kemarin. “Saya bahkan sempat berpikir untuk berhenti bermain sepakbola, apalagi saya sudah lama di Indonesi. Ada 1 momen dimana saya dinyatakan offside padahal saya berdiri di garis tengah lapangan, lalu dilanjutkan proses penalti. Itu sangat membuat hati saya hancur, karena seperti Hilton sampaikan tadi bahwa seluruh pemain sangat bekerja keras sebelum laga ini, jika selalu dikalahkan dengan cara seperti itu maka sangat wajar bila kecewa, tetapi kami sudah lupakan kejadian itu dan siap kembali melawan Madura nanti,” ujarnya singkat. (dedi)

Artikel Terkait