PALEMBANG — Hilton Moreira menjadi pahlawan Sriwijaya FC saat menang dramatis atas PS TNI, Jumat (14/7) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Golnya di menit 83 babak kedua mampu membalikkan kedudukan dan berhasil membawa laskar wong kito keluar dari paceklik setelah kalah 2 di laga terakhirnya.

Pemain asal Brasil ini tidak menampik bahwa sebelum laga melawan PS TNI digelar, tekanan berat memang harus diterima oleh seluruh punggawa SFC. “Saya sering baca di sosial media, banyak kritik yang ditujukan kepada kami. Namun saya selalu tegaskan bahwa semua itu harus dijawab dengan kerja dan kaki, bukan melalui mulut,” ungkapnya usai pertandingan.

Menurutnya, seluruh pemain pun sudah bertekad habis-habisan dan berjuang hingga titik penghabisan di laga ini. “Kemenangan menjadi harga mati dan laga ini pun sangat penting karena menyangkut harga diri SFC, banyak yang sudah bicara berlebihan dengan mengatakan kami akan terdegradasi,” jelas ayah dari 1 putra ini.

Menurutnya, hal tersebut terlalu berlebihan dan dirinya yakin perlahan SFC akan mampu memperbaiki posisi di klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2017. “Protes dari suporter itu wajar karena posisi kami memang masih dibawah, karena itu kami wajib menag agar mereka dapat semangat lagi mendukung tim ini. Yang jelas kami berharap dengan poin penuh ini, pemain ke-12 yakni suporter dapat terus memadati stadion lagi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hilton juga menyatakan bahwa peran kapten yang diembannya di 2 laga terakhir bukanlah sesuatu yang penting. “Kapten bukan sesuatu yang penting, karena semua melihat bahwa seluruh pemain SFC mau bekerja keras, tidak menyerah dan kompak membantu sama lainnya. Kedepan, jabatan ini akan saya serahkan kembali ke Yu Hyun Koo karena sejak awal dia yang ditunjuk,” tambahnya.

Terkait penggantian pelatih, Hilton menyebut Hartono Ruslan sudah membuat keputusan yang sangat berani dan siap mengambil resiko demi tim SFC. “Saya senang dengan pelatih, karena saat tertinggal dia mau ambil resiko dengan memasukkan 1 penyerang tambahan walau tahu ada konsekuensinya,” bebernya.

Gol ini pun dipersembahkannya untuk sang anak yang saat ini tengah berada di Indonesia untuk berlibur. “Thomas, anak saya yang baru berusia 7 tahun berkata sebelum pertandingan, Papa saya tidak perduli kamu mencetak gol atau tidak, saya hanya ingin kamu tidak cedera dan Sriwijaya FC menang. Tentu hal itu sangat membuat saya terharu dan menjadi motivasi saat bertanding, gol ini untuk istri dan anak yang merupakan segalanya bagi saya,” pungkasnya. (dedi)

Related Post