PALEMBANG — Berbeda dengan musim sebelumnya, posisi penjaga gawang di Sriwijaya FC musim ini tidak sepenuhnya bergantung kepada Teja Paku Alam. Beberapa kali posisi pemain terakhir di lini pertahanan laskar wong kito ini ditempati oleh Sandi Firmansyah.

Seperti di 3 laga terakhir, kiper senior asal Malang ini mendapat kepercayaan bermain penuh sejak menit awal. Sementara Teja Paku Alam dan Dikri Yusron bergantian menempati bangku cadangan.

Saat dikonfimasi, pelatih kiper SFC Hendro Kartiko menilai hal ini biasa dalam sepakbola profesional. Bahkan salah satu legenda kiper di tanah air ini menegaskan di SFC saat ini tidak ada pemain yang tidak tergantikan posisinya.

“Khususnya untuk penjaga gawang, bagi saya 4 pemain yang SFC miliki punya kemampuan yang tidak jauh berbeda. Tinggal siapa yang lebih siap saja dan menunjukkan yang terbaik saat latihan yang akan bermain,” tegasnya. Baginya, baik Teja Paku Alam, Sandi Firmansyah, Dikri Yusron atau Rangga Pratama punya kemampuan yang sama baiknya dan pantas bermain di level tertinggi sepakbola nasional.

“Mereka masing-masing punya kelebihan serta kekurangan, tinggal bagaimana caranya menutupi kelemahan tersebut. Tetapi saya pun selalu berkoordinasi dengan pelatih kepala mengenai siapa yang bermain, karena memang harus disesuaikan dengan strategi yang akan diterapkan nantinya,” tambahnya.

Sementara itu, Sandi Firmansyah sendiri mengaku tidak mempermasalahkan rotasi yang diterapkan pelatih dan hanya fokus bila diturunkan. “Persaingan itu hal biasa dan justru memacu pemain. Seluruh kiper disini juga saling mensupport satu sama lain, bahkan juga saling memberikan masukan karena yang terpenting adalah kepentingan tim itu sendiri,” ujarnya singkat. (dedi)

Artikel Terkait