PALEMBANG¬†— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring seorang anggota DPD RI berinisial IG di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu dini hari. IG ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana korupsi bersama dengan seorang pengusaha. Diduga IG mengarah ke ketua DPD Irman Gusman.

Menanggapi dugaan tersebut, Anggota DPD RI provinsi Sumsel, Hendri Zainudin, Sabtu (17/9), mengaku prihatin. Menurutnya, hingga saat ini dirinya terus melakukan komunikasi dengan anggota di DPD berbagai daerah.
” Semoga kita melakukan asas praduga tidak bersalah ,karena kita juga sudah melihat ada beberapa statement dari anggota kita bahwa tamu yang berada di rumah ketua kita itu adalah memang biasa karena beliau menerima tamu di rumah dengan berbagai motif,dan tentu pada hari itu juga ada orang datang membawa sesuatu,” ungkapnya.

Namun, Hendri menegaskan bahwa uang tersebut pasti ditolak oleh Irman Gusman. “Sekali lagi kita yang belum tau kebenarannya,masih berpedoman dengan asas praduga tidak bersalah,” katanya.
Ditambahkannya, DPD kita tidak terikat dengan partai dan ada mekanisme tersendiri. “Nanti badan kehormatan (BK) yang menyidangkan itu dengan kode etik yang ada di DPD,biasanya orang berhalangan tetap dengan kurungan badan,” jelasnya
Ia mengatakan, biasanya dalam pergantian antar waktu (PAW) tetapi karena DPD tidak terkait dengan salah satu partai politik tentu akan ada mekanisme sendiri di DPD . “Setelah Konferensi pers nanti kita akan mengadakan rapat badan musyawarah (banmus) di Jakarta dan rapat banmus itu untuk menentukan apakah ada PLT ketua atau yang lain-lainnya,” tutupnya. (juniara)

Related Post