PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kinerja aparat di Jajaran Polda  Sumatera Selatan dalam menjaga kondusifitas wilayah melaui operasi pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat)  dan peredaran minuman keras (miras) dan Narkoba.
“Saya apresiasi hasil  kerja bapak Kapolda dan jajaran dalam pemberatasan narkoba ini. Acara seperti ini sebagai bentuk publikasi pada masyarakat, bahwa negara ini tidak henti hentinya  akan meberantas peredaran narkoba,”ungkapnya HD, ketika menghadiri apel gelar pasukan Operasi Lilin Musi 2018 yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti hasil operasi pekat yang dipusatkan di  halaman Mapolresta Palembang, Jumat (21/12).
HD menambahkan, hasil dari operasi yang telah digelar merupakan bentuk kebersamaan antara aparat penegak hukum bekerja dengan dengan tokoh agama, tokoh pemuda  dan tokoh masyarakat.
Selain itu Gubernur juga meminta bagi para pecandu narkoba atau ada  anggota keluarga yang mengalami ketergantungan pada narkoba disarankannya untuk segera melapor  yang selanjutnya  dapat dilakukan rehabilitasi  panti rehap yang telah ada.
“ Bagi para pecandu narkoba di Sumatera Selatan segera berhenti dan segera melakukan rehabilitasi dipanti rehab yang telah ada,” imbuhnya.
Dalam operasi cipta kondisi dengan sandi Operasi Pekat yang telah digelar jajaran Polda Sumsel dari tanggal 1 hingga 15 Desember 2018 lalu. Aparat  berhasil mengungkap 4 kasus penyalagunaan narkoba dengan  tersangka 4 orang, dengan  barang bukti yang berhasil diamankan 2 bungkus narkotika jenis sabu berat 2 gram, 2.876 butir pil ekstasi , ganja kering sebanyak 15 paket dengan berat 15 kg. Selanjutnnya miras  dengan berbagai merk sebanyak 6.919 botol,  56 jerigen tuak, 6 drum miras oplosan  dan 11 karung tutup botol miras oplosan.
Dilain pihak dalam apel gelar pasukan Operasi Lilin Musi 2018 ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol  Zulkarnain Adinegara yang membacakan pidato tertulis Kapolri, Jendral Tito Karnavian menegaskan, Operasi ini digelar serentak diseluruh Indonesia yang tujuannya untuk melihat dari dekat kesiapsiagaan personil dan peralatan dalam pengamanan Natal tahun baru 2019.
“Selama Oprasi Lilin, akan dilakukan  pengamanan sejumlah tempat yang dianggap vital, termasuk gereja dan rumah ibadah serta  arus lalu lintas untuk keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” tandasnya. (ADV)