Laskarwongkito.com — Sebagai kota tua dan masuk ke dalam kota tertua di Indonesia, Kota Palembang tentu memiliki sejarah panjang tentang permukiman. Di Palembang sendiri, ada beberapa perkampungan Arab. Dan yang terkenal di antara kampung-kampung Arab tersebut adalah Kampung Al Munnawar. Karena perkampungan ini adalah yang paling tua.

Tak heran, jika hingga kini, di perkampungan tersebut, akan kita jumpai rumah-rumah kuno yang berusia lebih dari 300 tahun.

rumah adat-kampung al munnawar-Palembang

(sumber foto: blogspot.com)

Nama Al-Munawar sendiri berasal dari nama pendiri sekaligus pemukim pertama di tempat tersebut,yakni Habib Hasan Abdurrahman Al-Munawar. Habib ini berasal dari Yaman, dan diketahui menjadi salah satu tokoh yang menyebarkan agama Islam di Palembang.

Atas dasar itulah, beberapa waktu lalu Gubernur Sumsel Alex Noerdin meresmikan kampung ini menjadi tujuan wisata religi dan menggeliatkan kembali ingatan sejarah tentang perkembangan Islam di Palembang Darussalam.

Dengan semakin populer keberadaannya, kini Kampung Al Munawar sekarang ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik dari lokal maupun luar. Beberapa kali di antaranya terlihat rombongan mahasiswa dari luar negeri – salah satunya Malaysia yang sedang melakukan study tour.

Kampung arab-palembang

(sumber foto: blogspot.com)

Apa yang bisa kita jumpai di dalamnya? Di sana ada Rumah Batu yakni rumah kuno yang di dalamnya ada tegel-tegel cantik dari Italia dan perabotan kayu antik.

Selain itu ada rumah panggung kayu berwarna coklat yang terletak di seberang Rumah Batu. Dengan pintu kayu di hiasi keramik yang membatasi bagian ruang tamunya dengan bagian dalam rumah.

Yang paling menarik, rumah-rumah di sini memiliki pintu dan jendela lebar-lebar. Beberapa tahun lalu, semuanya bernuansa putih atau coklat kusam. Saat ini, pintu dan jendela tersebut berubah menjadi warna-warni.

Tak jauh dari lokasi sebelumnya, ada masjid yang letaknya di ujung kampung. Masjid ini berwarna putih dan biru cerah. Dari samping masjid, kita bisa menikmati kapal-kapal yang lalu lalang di Sungai Musi. Masjid ini punya teralis berbentuk kubah yang kuno. Tempat yang sejuk, membuat pengunjung akan betah berlama-lama di dalamnya.

kampung arab

(sumber foto: blogspot.com)

Yang tak kalah menarik kalian harus mencicipi makanan bercitarasa Arab. Ada nasi minyak yang ditemani dengan sambal mangga, gado-gado dari timun, dan daging mirip rendang tapi rasanya manis. Nasi minyak kaya akan rempah-rempah dan ada sedikit rasa manis dari kismis juga nanas.

Selain makanan dengan rasa Arab, datang ke tempat ini belum lengkap tanpa minum kopi khas Kampung Al Munnawar. Kopi ini ditanam di daerah Semendo. Penduduk lokal menyajikan kopi di gelas-gelas kecil. Untuk yang tidak menyukai rasa pahit, kopi ini bisa diminum dengan susu kental manis.

makanan arab-palembang

(sumber foto: blogspot.com)

Oya, untuk diketahui, di lokasi ini juga ada pernah dipakai untuk syuting film “Ada Surga di Rumahku”.

Ada dua cara untuk berkunjung ke Kampung Al Munnawar. Yang pertama, menyebrangi Jembatan Ampera kemudian masuk kampung lewat jalan KH Azhari. Sayangnya  jalan ini sempit. Mobil yang berhenti di mulut gang bisa membuat jalanan macet. Cara kedua lewat Sungai Musi. Dermaganya tepat ada di samping masjid.

Lalu, jika suatu saat teman berkunjung di tempat ini, ingatlah sopan santun. Rumah-rumah di Kampung Al Munnawar masih dihuni. Jika ingin masuk ke dalamnya, minta ijin terlebih dahulu. Termasuk jika ingin memoto. Karena penduduk masih memegang adat Arab, gunakanlah baju yang tertutup.

Pakailah baju panjang untuk menghormati penduduk lokal. Supaya tidak terlihat aneh jika bertemu perempuan-perempuan yang tinggal di tempat ini. Mereka memakai gamis dan kerudung lebar. So yang belum sempat kesini, penasaran bukan? Yuk kita ramaikan kembali wisata kota Palembang. (red/dil)

Artikel Terkait