PALEMBANG — Airlangga Sucipto menjadi sosok protagonis bagi Sriwijaya FC saat menghancurkan tuan rumah Madura United dengan skor telak 5-2, Rabu (14/9) sore di stadion Gelora Bangkalan. Hattricknya di laga ini tidak mengantarkan laskar wong kito naik ke peringkat kedua klasemen sementara kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 dengan poin 36 dan menipiskan jarak dengan Madura United yang masih unggul 3 poin sejauh ini.

Usai pertandingan, Airlangga mengaku sangat bersyukur dengan pencapaian ini dan dianggapnya merupakan salah satu momen terbaik sepanjang karier sepakbola profesionalnya di Indonesia. Bahkan menurut Ronggo (panggilan akrabnya-red), tiga gol yang diciptakannya ke gawang Madura United yang dijaga oleh Herry Ptasetyo merupakan yang pertama kali sejak dirinya memulai karier profesional di tahun 2005 lalu.

“Ini hattrick pertama saya di laga resmi, memang dulu pernah juga tapi hanya saat uji coba,” ujar pemain yang sebelumnya pernah bermain untuk Deltras Sidoarjo, Persib Bandung, Mitra Kukar dan Semen Padang ini. Menurutnya, torehan hattrick ini pun makin terasa spesial karena dilakukannya di kandang lawan dan merupakan pemuncak klasemen sementara TSC 2016.

“Bikin 3 gol, membawa tim menang, dilakukan di kandang lawan yang merupakan pemuncak klasemen tentu sangat saya syukuri. Apalagi SFC sangat membutuhkan poin penuh di laga ini agar mampu terus bersaing di jalur perebutan juara kedepan,” ujar ayah dari 2 orang anak ini.

Selain itu, 3 gol yang diciptakannya juga berasal dari 3 proses yang berbeda dan diakuinya jarang terjadi dalam 1 pertandingan. “Selama ini kebanyakan dari sundulan kepala, apa yang terjadi sore tadi adalah buah dari kesabaran dan kerja keras saat latihan selama ini. Saya juga sangat berterima kasih dengan pelatih fisik SFC, Keith Kayamba yang sudah memberikan program yang pas sehingga kita di lapangan sangat terbantu,” tambahnya.

Di kompetisi TSC sendiri, sejauh ini Ronggo berhasil menciptakan 4 gol, sebuah pencapaian yang tidak dapat dikatakan buruk mengingat selama ini dirinya lebih banyak ditempatkan sebagai pelapis Alberto Goncalves. “SFC adalah tim besar dan tentu semua pemain harus bisa menerima keputusan pelatih. Saya memang jarang mendapat kesempatan turun karena strategi, dan saat mendapat kesempatan maka tentu tidak boleh saya sia-siakan,” ungkapnya.

Ronggo menyebut usai berhasil pecah telur saat mencetak gol perdana di laga terakhir putaran pertama TSC melawan Pusamania Borneo (27/8) lalu, dirinya sudah memiliki keyakinan akan kembali menyumbangkan gol. “Gol pertama kemarin juga spesial karena lahir pas di hari ultah istri, tapi saya juga menyadari bahwa hasil hari ini jangan terlalu disikapi dengan berlebihan karena perjalanan masih panjang. Kami tetap harus rendah hati dan kembali fokus menatap laga kedepan, tapi sekali lagi kami senang kami sudah membuktikan bahwa tim SFC tidak hanya bergantung dengan 1 sosok pemain dan semuanya punya peranan yang sama,” tegasnya.

Berbicara kariernya di SFC, Ronggo sendiri mengaku sangat ingin memberikan kontribusi positif dan membantu mewujudkan target juara yang dicanangkan oleh manajemen PT SOM. “Kekompakan adalah kunci utama SFC, seluruh pemain dan pelatih serta manajemen mampu menjalin hubungan yang sangat baik, tidak hanya saat bertanding namun juga diluar lapangan,” harapnya.

Selain itu, Ronggo pun mengomentari sosok Eka Ramdani, sahabat terdekatnya yang baru saja mengundurkan diri dari dari SFC. “Tentu ada rasa kehilangan, karena Eka sudah sangat dekat dengan saya dan sebenarnya performanya di SFC pun tidak buruk. Namun keputusannya sangat saya hormati, sebelum pertandingan melawan Madura tadi saya pun sempat menelponnya dan Eka memberikan semangat buat saya,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost