PALEMBANG — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) provinsi Sumatera Selatan tinggal satu setengah tahun lagi, nama-nama calon yang akan maju bertahung dalam pesta demokrasi rakyatpun sudah bertebaran. Diantaranya, nama-nama.yang siap maju dalam pilkada Gubernur Sumsel 2018-2023 yakni, Herman Deru, Aswari Rivai, Syarial Usman daan Wagub Sumsel Ishak Mekki

Dari nama-nama itu ada nama Susno Duadji yang diprediksi siap maju juga, namun mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Polri ini mengaku hingga kini, ia belum menyatakan siap mencalonkan diri menjadi Calon Gubernur Sumsel pada Pilkada Sumsel 2018.

“Sampai sekarang saya belum pernah siap mencalonkan diri, saya tidak pernah membentuk tim kampanye, dan saya tidak pernah membentuk tim sukses, dan saya tidak pernah memasangkan gambar serta saya tidak pernah memasang spanduk. Kalau ditanya apakah saya mencalonkan diri, berkali-kali kepada publik saya katakan tidak tetapi kalau dicalonkan saya akan pikirkan tapi dengan persyaratan yaitu apakah saya diinginkan oleh rakyat atau tidak,” Tegas Susno Senin (31/10).

Menurut Susno, partai memang penting untuk mencalonkan dirinya pada pilgub 2018 mendatang, namun rakyat lebih penting lagi, oleh karena itu untuk mengetahui keinginan rakyat, partai harus melakukan survey dan diakui Susni, dirinya juga akan melakukan survey, jika hasilnya menyatakan Susno berada di posisi nomor satu maka Susno siap maju.

“Saya katakan tidak, kecuali kalau betul-betul partai menhendaki saya dengan catatan tidak membeli bahkan kalau partai minta duit, tangkap!, bagi saya tidak penting Susno itu jadi gubernur, yang lebih penting adalah sistem pemilihan gubernur di Sumatera Selatan clear dan clean,” tegas Susno

Susno menilai, bahwa sistem pilkada salah karena calon gubernur dan bupati yang mendekati partai dengan besar nilai mahar untuk menjadi calon, akhirnya banyak para penjabat yang terjerat kasus.

Ketika ditanya bahwa pak Susno secarab kasat mata mendekati PDIP, dirinya menjawab dengan tegas tidak pernah mendekati PDIP atau partai lainnya, melainkan diri nya memang dekat dengan semua partai.

“Saya tidak mendekati, PDIP yang manggil saya, siapa bilang saya mendekati, walaupun didekati PDIP saya tetap katakan saya non partai,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost