PALEMBANG — Sriwijaya FC gagal memperkecil selisih poin di puncak klasemen sementara kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 setelah ditahan imbang tamunya Arema Cronus, Minggu (14/8) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Sempat unggul melalui gol Hilton Moreira di menit 46 babak kedua, Arema Cronus berhasil menyamakan kedudukan di penghujung pertandingan melalui tandukan Christian Gonzales.

Dengan hasil ini, SFC masih tertahan di peringkat 3 klasemen sementara kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 dengan poin 27. Sedangkan Arema Cronus juga masih belum beranjak dari posisi runner up dengan poin 31, tertinggal 2 poin dari pemuncak klasemen Madura United.

Pelatih laskar wong kito, Widodo C Putro mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang dan menilai anak asuhnya sudah berjuang maksimal di laga ini. “Jika melihat hasil, tentu kami sangat kecewa. Apalagi di babak pertama SFC mampu bermain baik dan menguasai pertandingan, kami pun sempat unggul terlebih dulu,” ungkapnya usai pertandingan.

Menurutnya, sepakbola level atas memang membutuhkan konsistensi sejak menit awal hingga akhir pertandingan. “Arema mampu memanfaatkan kelengahan, soal pergantian yang kami lakukan tentu ada pertimbangannya. Firman Utina sudah menyatakan tidak sanggup meneruskan pertandingan dan kami harus memasukkan Achmad Jufrianto, sementara Ngurah Nanak saya pilih karena saat melawan Arema kami butuh pemain berpengalaman,” bebernya.

Diakuinya, saat pertandingan masih tersisa kurang dari 5 menit, pihaknya lebih memilih untuk mengamankan keunggulan. “Semua ada resiko, saya pun harus cermat dalam melakukan penggantian dan jangan sampai terkena serangan balik,” tambahnya.

Sementara itu, asisten pelatih Arema Joko Susilo mengaku sangat bersyukur dengan hasil imbang ini. “Kami senang dengan 1 poin ini, karena Arema datang ke Palembang dengan hanya membawa 17 pemain. Badai cedera yang menimpa kami membuat tim pelatih tidak maksimal dalam menyusun line up, tetapi semua yang turun tadi sudah menunjukkan yang terbaik,” jelasnya.

Terkait gol cepat SFC di awal babak kedua, Gethuk menyatakan bahwa pemainnya sempat terpengaruh dengan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pemain tuan rumah. “Ada sedikit kesalahan, karena pemain kami mengira ada handsball oleh pemain SFC dan karena itu mereka ada yang melakukan protes ke wasit. Setelah dijelaskan kami bisa mengerti alasan tersebut,” ungkapnya.

Jalannya pertandingan.

Di babak pertama, Sriwijaya FC langsung berinisiatif menggempur lini pertahanan Arema Cronus dan membuat beberapa peluang. Absennya Alberto Goncalves karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning membuat Airlangga Sucipto menjadi pilihan di lini depan laskar wong kito.

Airlangga sendiri sempat mencetak gol ke gawang Arema Cronus yang dijaga oleh Kurnia Meiga di pertengahan babak kedua, namun dianulir wasit Abdul Rahman Salasa yang menilainya sudah berada dalam posisi offiside.

Di babak pertama ini, pemain SFC Yu Hyun Koo juga dihadiahi KK oleh wasit karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap Esteban Viscara. Skor imbang tanpa gol akhirnya menutup 45 babak pertama.

Di awal babak kedua, sebuah aksi individu yang dilakukan oleh Hilton Moreira mampu berujung gol bagi SFC. Setelah itu, SFC terus berusaha menambah skor namun masih berhasil digagalkan lini pertahanan Arema yang dijaga oleh Goran Gancev dan Ryuji Utomo. Memasuki menit akhir, SFC yang sudah unggul berusaha mempertahankan skor dengan memasukkan Achmad Jufrianto dan Ngurah Nanak yang gaya bermainnya lebih bertahan. Namun petaka menghampiri SFC di penghujung laga setelah Christian Gonzales mampu memanfaatkan umpan dari Beny Wahyudi dan sundulannya tidak mampu dihalau oleh Teja Paku Alam sekaligus menutup pertandingan ini dengan skor imbang 1-1. (dedi)

RelatedPost