PALEMBANG — Setelah mengadakan evaluasi pasca Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK, Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Selatan menegaskan jaringan listrik bukanlah kendala utama yang dihadapi.

Karena untuk jaringan Listrik Disdik Sumsel telah mengadakan MoU dengan PLN, apalagi penggunaan listrik saat UNBK bukan  di jamnya orang butuh listrik. Selain itu persoalan listrik juga bisa dicover dengan diesel.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo mengatakan persoalan utama yang dihadapi dan perlu perbaikan kedepannya adalah jaringan internet. Menurut hasil pantauannya, ada buppering hingga 20 menit bahkan ada yang bermasalah sampai satu kelas.

“Kita mendororong agar vendor menyediakan jaringan atau tower di daerah yg terkendala di Ogan Komering Ulu (OKU) secara keseluruhan seperti OKU Selatan, OKU Timur,” kata Widodo pada awak media, Senin (17/04).

Ditambahkannya, Vendor penyedia hendaknya jangan hanya mengurusi kota kota yang sudah mapan tapi kota yang baru bertumbuh juga.

“Kendala lainnya adalah masalah koordinasi dengan penegak hukum. Dimana ada satu dua anak yg bermasalah dengan hukum tapi belum saya cek di ujian utama kebetulan ada 16,” ujarnya.

Disampaikan Widodo, permasalahan itu lebih karena komunikasi dan keamanan di lapangan, pelaku tempat ujiannya ditempat sebagian besar keluarga korban ditempat itu sehingga polisi khawatir rawan pengeroyokan.

“Maka saya dorong soal yang datang ke kantor polisi, itu soal mencari siswa bukan siswa yang datang ke tempat ujian,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait