PALEMBANG — Buruknya kepemimpinan wasit Abdul Rahman Salasa saat laga Sriwijaya FC menjamu Persib Bandung, Senin (4/9) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang membuat berang Hartono Ruslan. Bahkan pelatih laskar wong kito ini mengaku wasit yang juga berprofesi sebagai prajurit aktif TNI tersebut merusak jalannya pertandingan.

“Terutama di babak pertama, saya pun siap tadi meminta dan siap jika diputar kembali rekamannya. Banyak kejadian yang menurut saya wasit sangat memihak Persib Bandung,” keluhnya. Pelatih asal Solo mencontohkan bagaimana 2 kejadian di babak pertama yang merugikan pihaknya akibat keputusan buruk wasit.

“Nur Iskandar ditebas di kotak penalti, namun didiamkan oleh wasit. Bahkan ada momen dimana Yanto Basna juga dihajar oleh striker asing Persib, namun justru hukuman diberikan kepada SFC, ini sangat menggelikan,” bebernya.

Hartono juga menyatakan bahwa usai babak pertama dirinya sempat berkomunikasi dengan wasit dan berpesan agar dirinya memperbaiki kepemimpinan di babak kedua. “Di babak kedua lebih netral, saya pun selama ini silahkan dicek sangat jarang atau tidak pernah mengomentari wasit,” tambahnya.

Kejadian seperti ini pun disebutnya bukan yang pertama kali dialaminya sejak menjabat sebagai pelatih kepala SFC. “Melawan Bhayangkara, Hilton yang berdiri dan berjalan mundur namun berbenturan dengan kiper dihadiahi kartu kuning sehingga kemudian absen karena akumulasi, lalu gol Ichsan Kurniawan yang tidak offside sewaktu bertemu Semen Padang juga dianulir,” ujarnya.

Namun dirinya juga tidak terlalu setuju bila penggunaan wasit asing merupakan jalan keluar terkait masalah ini. “Dua kejadian saat melawan Bhayangkara dan Semen Padang itu dipimpin wasit asing, mereka juga manusia biasa. Tetapi mungkin tidak separah pengadil lokal,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait