PALEMBANG — Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan mengaku tidak terlalu menyalahkan kegagalan eksekusi penalti Alberto Goncalves saat laga melawan Persegres, Senin (24/7) malam di stadion Surajaya Lamongan. Seandainya tendangan hukuman ini berhasil diselesaikan dengan baik, laskar wong kito sudah akan mampu menyamakan kedudukan di akhir babak pertama setelah harus tertinggal lebih dulu melalui Yusuf Effendi di menit 9.

“Tidak bisa disalahkan karena dia eksekutor utama kami dan saat latihan selalu menjadi yang terbaik. Pemain dunia sekelas Maradona pun juga pernah gagal mengeksekusi penalti,” ujarnya usai pertandingan.

Hartono sendiri lebih menyoroti ketidakmampuan anak asuhnya menyelesaikan peluang yang banyak diperoleh sepanjang 90 menit pertandingan. “Tadi banyak sekali peluang yang harusnya menjadi gol, sama seperti melawan Bali United, hal ini menjadi kelemahan terbesar SFC,” tegasnya.

Pelatih asal Solo ini juga menolak anggapan bahwa 1 poin yang didapat anak asuhnya di laga ini dikarenakan bantuan dewi fortuna. “Saya pikir gol tadi bukanlah karena keberuntungan, kalau dari gol bunuh diri mungkin bisa dikatakan seperti itu. Bagi saya 1 poin ini datang karena semangat juang dan kerja keras pemain yang tidak mau kalah sebelum pertandingan berakhir,” tambahnya.

Sementara itu, Beto sendiri mengaku sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya di laga ini. “Saya minta maaf tadi gagal penalti, tapi seluruh pemain termasuk saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami harus lebih bekerja keras kedepannya,” ujarnya singkat. (dedi)

Artikel Terkait