PALEMBANG — Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan angkat bicara mengenai keputusannya membangku cadangkan Tijani Belaid saat laga melawan Persegres Gresik, Senin (24/7) malam di stadion Surajaya Lamongan. Marquee player laskar wong kito ini sendiri memang baru masuk dari bangku cadangan ke lapangan hijau pada menit 78 babak kedua.

Setelah masuk, pemain asal Tunisia ini mampu memberikan kontribusi positif bagi SFC yang saat itu tengah tertinggal dari tuan rumah. Gol penyeimbang bagi SFC yang lahir di injury time babak kedua juga lahir dari kejeliannya saat memberikan umpan bagi Yanto Basna yang kemudian meneruskannya kepada Airlangga Sucipto.

Hartono sendiri mengaku memang sedikit melakukan perjudian saat memainkan Tijani dan menarik keluar Nur Iskandar. “Tapi saya memang butuh kreatifitas Tijani dan umpan-umpan terukurnya bagi tim yang saat itu ketinggalan, kami tidak ada pilihan lain selain terus keluar menyerang,” jelas pelatih asal Solo ini saat dihubungi Selasa (25/7) siang.

Terkait keputusannya tidak memainkan Tijani sejak menit awal, Hartono mengaku memang harus tegas dan meneruskan pesan dari manajemen SFC seputar persaingan memperebutkan 1 tempat di starting eleven. “Perlu diketahui Tijani baru tiba dari Singapura ke Surabaya bersamaan dengan kedatangan tim SFC dan melewatkan beberapa kali sesi latihan usai laga melawan Bali United lalu,” ungkapnya.

Menurutnya, karena keterlambatan tersebut dirinya memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada pemain lainnya yang sudah berlatih keras mempersiapkan diri selama sesi latihan melawan Persegres. “Saya tidak boleh pilih kasih, semuanya punya kesempatan yang sama dan Tijani hanya berlatih sekali bersama tim sebelum laga melawan Persegres. Tentu saya harus fair, tetapi dia kemarin cukup memberikan kontribusi walau masuk dari bangku cadangan,” tambahnya.

Sementara itu, sekretaris tim SFC Ahmad Haris menyebut usai laga melawan Bali United (17/7) lalu, Tijani memang harus meninggalkan Indonesia dan menuju Singapura guna mengurus izin tinggal. “Jadi Tijani memang sudah izin dan harus absen latihan, tetapi soal penentuan pemain yang akan bermain memang ada perintah khusus dari Presiden serta manajer SFC bahwa semuanya wewenang pelatih. Selain itu tidak ada bintang atau anak emas di dalam tim, harus ada persaingan sehat memperebutkan posisi tersebut serta tidak ada yang tidak tergantikan, alasan yang disampaikan oleh pelatih juga sudah disampaikan sebelum pertandingan,” tegasnya. (dedi)

Related Post