PALEMBANG — Harga sewa lapak yang diterapkan PD Pasar mengalami kenaikan untuk seluruh pasar tradisional yang mulai berlaku tahun depan. Harga yang diterapkan yakni harga sewa tahunan yang mencapai Rp 1,5 juta, dari harga sewa bulanan sebelumnya hanya Rp 200 ribu per tahun. Hal ini memicu para pedagang untuk melakukan aksi demo.

Pagi ini halaman kantor Walikota palembang menjadi sasaran aksi demo pedagang untuk menuntut kebijakan PD Pasar Palembang, yang menaikkan harga sewa yang sangat tinggi.

Para pedagang ini melakukan aksi mogok berjualan dikarekan tak terima adanya kenaikan harga sewa lapak.

Salah satu pedagang pasar km 5, Bobby Mardiansyah dalam komentarnya di status Facebook  Wong Palembang Nian mengatakan selama ini tidak menindak harga retribusi pasar tanpa karcis.

“Kami yg jualan di pasar km 5 tinggal nunggu hari be min nak demo yg biaso ny 54 rb sebulan jadi 3,8 juta setahun/317 rb sebulan, selamo ini kami mase diem ke retribusi pasar 20 rb tanpa karcis, jago malem 75 sebulan. Nak gileeeeeee,” kata dia, Senin (14/11).

Hal senada di ungkapkan Dama Dirga, ia mengeluhkan jika pemerintah tidak mendengarkan keluhan masyarakat.

Bubarke be min segalo pemerintahan plmbg itu.. Menengke palak bae.. Nguntungke idak.. Banyake pengeluaran daerah bae.. Keluhan masyarakat katek didengerke.. BUBARKAN…,” ketusnya.

Sementara komentar lainnya dilontarkan Arif Budiman, jika pasar tradisional tidak bisa disamakan dengan mall yang dikatakan wajar kalau harga sewanya yang tinggi.

“Iyo nian min. Untung cuma 500/1000 rupiah. Duet pasar Nak mintak 200-300an perbulan. Di kironyo pasar tradisional rame cak mall. Payo bepikir,” ungkapnya. (Dil)

RelatedPost