PALEMBANG — Sriwijaya FC berhasil bermain gemilang dan menghancurkan PS TNI dengan skor telak 6-1, Sabtu (6/8) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Alberto Goncalves menjadi bintang bagi laskar wong kito di laga ini setelah berhasil mencetak 4 gol dan membawa SFC naik ke peringkat ketiga klasemen sementara Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Meski memiliki poin yang sama dengan Bhayangkara Surabaya United, SFC unggul dalam selisih dan memperkecil selisih poin dari pemuncak klasemen Madura United yang masih memimpin dengan poin 30. Pelatih SFC, Widodo C Putro mengaku sangat senang dengan performa anak asuhnya yang disebutnya mampu meredam agretifitas young guns PS TNI.

“Ini kemenangan yang sangat luar biasa dan memang tim SFC sangat fokus mempersiapkan laga ini. Seperti kami perkirakan sebelumnya, jika mampu membuat pemain PS TNI tidak berkembang, maka mereka akan frustasi. Begitulah karakteristik pemain yang didominasi pemain muda, karena saya pun pernah merasakan hal yang sama seperti mereka,” jelas eks asisten pelatih timnas ini.

Diakuinya, meski gagal mencetak gol di 30 menit pertama, namun dirinya terus yakin dengan kemampuan anak asuhnya. “Sepakbola itu proses, bisa saja gol tercipta di menit pertama atau penghujung babak kedua. Dalam latihan kami pun sudah mencoba banyak kombinasi untuk membongkar pertahanan lawan, bisa melalui set piece, umpan pendek atau long pass seperti yang terlihat di laga ini,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih PS TNI Suharto meminta maaf atas buruknya permainan yang ditunjukkan Manahati Lestusen dkk di laga ini. “Mohon maaf karena kami gagal menghibur publik Palembang dengan permainan yang menghibur. Namun inilah sepakbola dan laga ini menjadi pelajaran berharaga kedepannya,” ujarnya usai pertandingan.

Menurutnya, SFC memang pantas memenangkan pertandingan karena mampu memanfaatkan kelemahan anak asuhnya. “PS TNI bermain dibawah form dan SFC bermain sangat luar biasa. Kami sudah mencoba menganalis sebelumnya, namun permainan mereka berbeda dengan pertandingan sebelumnya,” tambahnya.

Salah satu kelemahan yang paling disorotnya adalah krisis kepercayaan diri usai tertinggal dari tim lawan. “Kalau saya melihat, kami kalah karena permainan jauh dibawah form terbaik sehingga akhirnya banyak membuat kesalahan,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost