Palembang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahyo Kumolo datang ke Palembang menghadiri Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Penguatan Jaringan Informasi Geospasial Nasional di Tingkat Daerah  Regional Sumatera diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) di Hotel Aryaduta, Kamis (15/3).

Dalam sambutannya, Tjahyo Kumolo sempat memuji keberhasilan kepemimpinan Gubernur Sumsel Alex Noerdin selama hampir 10 tahun memimpin Sumsel.

“Pemikiran beliau ini sama dengan Bung Karno. Pada tahun 60 Bung Karno selalu pidato dan selalu saya baca bukunya.  “Setiap manusia harus punya impian dan imajinasi dan punya konsepsi. Dengan punya konsepsi ada keberanian”. Kalau pak Alex gak berani dan nekad Sumsel tidak akan sehebat dan seindah ini, bahkan punya bandara dan infrastruktur hebat,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinan Alex, satu hari tak kurang 57 pesawat take off dan landing di Palembang. Bahkan bisnis kuliner Palembang yakni pempek paling populer di Indonesia selain Yogyakarta.

“Hampir 7 ton pempek dikirim ke luar Palembang setiap hari. Nomor dua dipecahkam Yogyakarta yaitu bakpia. Ini belum termasuk ikan patin, udang dan ikan belidanya. Saya kira pak Alex yang segera mengakhiri jabatannya sudah selesai memenuhi janji politiiknya karena sudah dijawab sekarang,” tambahnya.

Terkait masalah percepatan kebijakan satu peta menurut Tjahyo saat ini masih menemui berbagai ke dala di antaranya adalah kelembagaan yang belum terbentuk  dan terkait kebijakan pemerintah. Kemudian teknologi yang belum memadai.

” Ini hambatan yang harus dicermati bersama. Gubernur wajib bentuk OPD sebagai simpul jaringan sebagai rangka pembangunan untuk informasi geopasial,” jelasnya.

Selanjutnya kata Mendagri, seluruh daerah perlu mengoperasionalkan fungsi simpul jaringan dan infrastruktur tersebut. Kebijakan  satu peta ini penting menyatukan seluruh informasi peta produksi oleh berbagai sektor kementerian dan lembaga dalam satu peta secara integrasi.

Hal ini juga penting guna mempermudah penyelesian konflik yang timbul akibat tumpang tindih pemanfaatn lahan serta membantu penyelesaian  batas daerah di seluruh tanah air.

Sementara itu Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, tidak akan terlalu banyak bicara soal simpul jaringan karena akan ada ahlinya yang berbicara.

Namun mengenai BIG  tidak punya cabang di daerah menurutnya tidak sepenuhnya benar.  “Kalau dalam artian resmi tidak, tp secara teknis sudah ada di Bappeda yaitu di UPTD tata ruang. disitu kita tentu sudah akrab dengan bakostranal, nah inilahyang mengurusi masalah pemetaan tersebut,” ujarnya.

Selebihnya Alex Noerdin menggunakan kesempatan tersebut untuk mensosialisasikam Asian Games karena kebetulan peserta perwakilan rakor yang hadir berasal dari daerah seluruh Sumatera.

“Asian Games ini tinggal hitungan hari kita buuh dukungan semua pihak. Sekalian smeua yang hadir saya undnag ke Jakabaring untk melihat komplek olahraga terbesar di Indonesia,” jelas Alex.

Di tempat yang sama Kepala Badan Informasi Geospasial Hasanuddin Z Abidin mengatakan,  posisi saat ini integrasi sudah berjalan. Rencananya Agustus 2018 nanti Kebijakam Satu Peta (KSP) bisa segera diluncurkan di seluruh Indonesia.

“Saat ini percepatan kita lakukan di regional Sumatera. Selanjutnya Papua, maluku,  baru kemudian Sulawesi dan Kalimantan. Saat diluncurkam 10 Agustus nanti semua daerah akan terkoneksi. Kalau kondisi simpul jaringan di tingkat daerah Sumsel sudah hijau artinya tidak ada masalah jaringan,” jelasnya. (win)

Artikel Terkait