Walau seluruh tubuhnya masih penat dan memerlukan recovery, namun Marco mengabaikan semua itu agar dapat turut serta dalam pemakaman neneknya, Konstatina Habubuk yang wafat beberapa jam sebelum laga SFC kontra Persib Bandung digelar Minggu (1/4) kemarin. Marco Meraudje rela menempuh perjalanan jauh pulang ke kampung halamannya di Enggros Jayapura, Senin (2/4) siang. Berangkat sejak subuh, bek kanan Sriwijaya FC tiba di ibukota Papua tersebut pada pukul 15.00 WIT.

“Saya berangkat dengan penerbangan pertama dari Palembang, transit di Jakarta dan langsung meneruskan perjalanan ke Makassar. Setelah hampir 8 jam baru tiba di Jayapura,” ungkapnya saat dihubungi Senin (2/4) sore.

“Selain orang tua, nenek adalah orang yang biasanya saya telpon menjelang pertandingan. Karena itu saya sangat kehilangan, jadi meski seluruh badan terasa capek saya paksakan untuk pulang ke Jayapura,” jelasnya. Neneknya sendiri baru akan dimakamkan Selasa (3/4) pagi di Enggros, kampung yang dihuni oleh warga asli Jayapura.

Sepanjang pertandingan kemarin, Marco juga sudah bertekad habis-habisan guna memberikan penghormatan terakhir buat sang nenek. Sesuatu yang disebutnya tidak mudah karena dirinya harus berhadapan dengan Febri Hariyadi, rising star milik Persib Bandung. Usai pertandingan, air matanya pun sempat tidak terbendung di ruang ganti karena mengingat sang nenek.

“Saya sangat respect dengan Febri, apalagi dia adalah bintang tim, tidak hanya di Persib namun juga timnas Indonesia. Tetapi laga dimainkan di Palembang, kandang kami sendiri dan sepanjang pertandingan saya pun selalu terbayang wajah nenek sehingga seolah tidak ada rasa capek karena ingin membuatnya tersenyum nanti,” bebernya.

Di laga ini sendiri, Marco juga mengaku senang karena dapat bermain di posisi idealnya yakni bek kanan seperti sang idolanya, Dani Alves. “Saya suka Dani Alves karena selain bertahan dia juga mampu merengsek ke depan membantu penyerangan. Dia menjadi contoh saya bermain, namun saya masih banyak kekurangan seperti kualitas passing silang,” tambahnya.

Meski mendapat banyak pujian, Marco enggan jumawa dan memilih terus fokus ke setiap pertandingan. Saat ditanya mengenai timnas Indonesia, jebolan Persipura U21 ini menyatakan hal tersebut merupakan impiannya sejak kecil. “Tapi itu bukan tujuan utama, yang penting sekarang saya bawa SFC lebih baik kedepannya. Namun jika ada peluang, tentu saya siap bersaing nantinya,” pungkasnya.

Artikel Terkait