PALEMBANG — Upaya untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Indonesia agar bersaing secara global dan bisa menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) terus digiatkan.

Ada beberapa hal yang menjadi fokus pemerintah terhadap tenaga kesehatan, yakni melakukan beberapa pembinaan dan perbaikan baik dari segi kualitas, profesionalisme, dan perlindungan.
Menteri Kesehatan Indonesia Nila Djuwita Moeloek mengatakan dalam menghadapi persaingan MEA, Tenaga kesehatan utamanya perawat bukan hanya dilihat dari segi kuantitas tetapi juga dari segi kualitas.

“Saat ini tenaga keperawatan kita kualitasnya sudah mulai meningkat, namun kita harus terus mencoba meningkatkan mutu ketenagakerjaan keperawatan seperti mempunyai rencana kerja untuk kedepannya mau kemana mungkin mereka ingin sekolah lagi atau semacamnya,” katanya, Selasa (16/05).

Apalagi sekarang diungkapkan Nilla, untuk menunjang tenaga kedokteran di Indonesia dibutuhkan tenaga perawat yang memiliki kompetensi dan keahlian yang mumpuni dibidangnya.

“Kita juga ada membutuhkan perawat yang mempunyai skill keahlian mislanya dia perawat dikamar bedah itu harus benar-benar paham tentang bedah, nggak mungkin dokter bedah bekerja sendiri harus dibantu, ” ujarnya.

Nilla juga mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi untuk perawat yang memiliki komunitas. “Kami juga butuh perawat yang bisa dikirim keluar negeri menjadi tenaga ahli untuk keluar itu kita akan sosialisasi,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait