PALEMBANG — Keberhasilan provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2016 lalu patut diacungi jempol. Terbukti berkurangnya titik api sebesar 99,87 persen dari tahun sebelumnya.

Namun, hal ini tak lantas membuat provinsi Sumsel berpuas diri apalagi pada 2018 mendatang akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Asian Games, tentu saja persiapan harus dilakukan secara matang, bukan saja dari segi infrastruktur tetapi juga pencegahan Karhutla dan Zero kabut asap.

Staf khusus Gubernur Sumsel bidang perubahan iklim, Najib Asmani mengungkapkan saat ini Sumsel terus menggiatkan pencegahan karhutla, salah satubya dengan menyiapkan pos pantsu titik api serta desa pedulu asap.

“Kita siapkan tim patroli dan melibatkan masyarakat, satgas dan menyiapkan satelit pantau. Kita juga mengevakuasi desa peduli apu, apa yang mereka butuhkan,” tuturnya.

Sebelumnya, Najib mengatakan bahwa pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel telah menempatkan 8 titik water logger, yang terdapat di kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Kita sudah mempersiapkan embung-embung yang daerah rawan, selain itu kita juga pakai kamera terbang untuk memantau titik api,” jelas dia.

Kedepannya, Najib mengungkapkan akan ada penambahan water logger dan kamera pantau bagi daerah yang memang menjadi prioritas restorasi lahan gambut. “Rencananya kita akan bekeejasama dengan pihak swasta untuk menambah kamera pantau di Air Sugihan,” ungkapnya.

Selain itu, Najib menjelaskan bahwa ada instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk daerah gambut yang tinggi agar dibuatkan kanal dan embung.

“Fokus kita masih di Muba sama OKI dengan membuat sekat dan kanal, targetnya ditahun 2017 ada 1500 unit rekat kanal dan embung dan masih menunggu anggaran APBN 2016,”tukasnya. (juniara)

Artikel Terkait