PALEMBANG — Banyaknya ruas jalan di provinsi Sumatera Selatan dan jalan Nasional yang mengalami kerusakan membuat pemerintah provinsi Sumsel bergerak cepat untuk segera memperbaikinya, meskipun anggaran yang dimiliki pemprov Sumsel terbatas.

Menuru data yang ada di Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang, dari  1.513 km jalan provinsi, hingga saat ini kondisi kerusakan mantap pada beberapa segmen jalan provinsi mencapai 82 dan kerusakan ringan sedang sebesar 18 persen.

Sementra untuk  kondisi jalan Nasional sendiri yang memliki panjang 1444,261 km, mengalami rusak mantap 83 persen dan kerusakan ringan sampai berat 17 persen.

Kepala Dinas  PUBM dan Tata Kota Pemprov Sumsel, Ucok Hidayat, mengatakan,hingga saat ini memang sebagian jalan-jalan yang ada di Provinsi Sumatera Selatan memang cukup banyak mengalami kerusakan yang parah.

“Saat ini proses tender sedang berjalan. Waktu dekat jika sudah didapat, maka pengerjaan perbaikan dapat segera dilakukan. ya dalam waktu dekat ini semua sudah beres,” kata Ucok pada laskarwongkito.com, Jumat (19/3).

Ucok menambahkan banyak kendala yang dihadapi terutama anggaran untuk tahun ini APBD 1,05 Triliun sementara APBN 1,19 Triliun. Menurut Ucok, dana Rp 1,05 triliun itu diperuntukan memperbaiki seluruh jalan di Sumsel. Tapi memang fokus-nya adalah jalan yang memang dinilai rusak berat dan putus. “Pada 2017 masih fokus pada pembangunan infrastruktur penunjang Asian Games sesuai dengan PP No 3 Tahun 2016 tentang proyek strategis nasional dan prioritas nasional,”.Kata dia

Untuk perbaikan akan segera dilakukan sebab Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games. “Iya, harapannya seluruh jalan saat Asian Games kondisinya mantap,” ungkap dia.

Mantan Sekda kota Palembang ini menyebutkan, tahun ini pihaknya telah menganggarkan Rp 499 miliar untuk perbaikan jalan. Sifat perbaikan ada peningkatan, perawatan (pemiliharaan) rutin.  Masih kata Ucok, pihaknya pun akan terus berkoordinasi dengan Balai Jalan nasional terkait kerusakan jalan nasional. “Harus-nya kondisi jalan itu baik semua baik nasional, provinsi maupun kabupaten sebab berada di Sumsel,” tagasnya.

Hingga saat ini penyebab kerusakan disamping umur rencana yg mengharuskan segera ditingkatkan , beban yg melebihi kapasitas ( over load) juga menjadi penyebab utama.

“Kembali pada anggaran yg sangat terbatas sehingga tidak bisa segera ditangani pengembalian kondisi jalan sesuai umur rencana jalan , dan pemeliharaan jalan sesuai program pemeliharaan rutin atau berkala yg tidak dapat dilakukan pada keseluruhan link jalan sehigga pemeliharaan bahu jalan maupun siring jalan tidak dapat semua dilakukan dan akibat adanya genangan2 air menyebabkan kerusakan2 pada ruas jalan tersebut,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait