PALEMBANG – Puluhan dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indones ia (Perdosri) beraudiensi dengan gubernur Sumsel Alex Noerdin, di Griya Agung Jumat (6/10). Kunjungan ini sekaligus mengabarkan tentang rencana mereka menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perdosri di Palembang pertengahan November mendatang.
Dalam kesempatan tersebut pelopor berobat gratis yang juga Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan akan mensupport penyelenggaraan kegiatan. Namun dia juga berpesan agar ke depan penyelenggaraan serupa dapat digelar lebih meriah bahkan bila perlu melibatkan dokter-dokter lain dari luar negeri.
“Kalau pesertanya 600 itu masih sedikit sekali. Lain kali usahakan bisa 2000 atau 3000 dokter peserta. Undang semua dokter dari Negara lain berkumpul di sini, Pemprov Sumsel akan siap memfasilitasi. Sumsel punya banyak gedung dan convention hall yang besar jangan khawatir semua bisa kita ditampung,” jelasnya.
Saat ini kata Alex pemerintah daerah memang tengah gencar membangun sarana dan prasarana penunjang kesehatan masyarakat. Paling anyar adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumsel. Tak tanggung-tanggung kata Alex, peralatan yang akan digunakan untuk mendukung operasional RS ini menelan angka yang tak sedikit sebesar Rp1 triliun. Dengan fasilitas yang mumpuni berstandar internasional dia menargetkan jika RSUD ini beroperasi jumlah masyarakat Sumsel yang berobat keluar negeri berkurang.
“Sekarang ini kan begitu, sakit sedikit ke Singapura. Nah nanti kalau RSUD ini sudah jadi dan beroperasional ini bisa jadi rujukan masyarakat Sumsel dan sekitarnya. Karena bukan hanya fasilitas saja yang diperhatikan, tapi SDM nya juga akan diseleksi dengan ketat,” jelasnya.
Tak cukup sampai di sana, selain menyediakan layanan kesehatan yang lengkap di areal RSUD Provinsi itu juga kelak akan dibangun Fakultas Kedokteran Unsri serta gedung serba guna. Dalam rancangannya gedung itu nanti dapat digunakan untuk mahasiswa menggelar seminar dan acara lainnya.
“Kita lengkapi, bila perlu dokter yang masih single kita buatkan apartement. Jadi mereka tidak perlu jauh-jauh lagi bekerja. Mahasiswa juga begitu kita siapkan ruang kuliah dan kalau mau seminar tidak perlu cari hotel lagi tapi cukup gedung yang akan kita siapkan di sana,” beber Alex.
Sementara itu, perwakilan Perdosri Pusat Dr. dr. Tirza Z Tamin, SpKFR (K) mengatakan saat ini keberadaan dokter rehabilitasi medic dirasa masih sangat kurang.
“Memang sangat jarang tapi sekarang mulai ramai karena kita ini spesialis mengembalikan fungsi. Apalagi saat ini kami mengembangkan spesialisnya ke sendi itu yang dicover tulang muda dengan suntikan. Sehingga banyak pasien yang langsung bisa jalan sehingga rehabilitasi ini agak booming sekarang,” jelas Tirza.
Untuk itulah melalui Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang akan mereka gelar pada 16 November mendatang di Novotel Palembang diharapkan agar dokter-dokter spesialis lain yang diundang dapat melihat peranan spesialis ini. Selain itu PIT ini juga ditargetkan dapat memperkuat realisasi medic dan memeratakan  keberadaan spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.
“Pastinya kita juga ingin mendukung Palembang sebagai tuan rumah Asian Games. Karena peranan dokter spesialis ini cukup besar terutama untuk cedera akibat olahraga,” tutupnya. (rill)

Artikel Terkait