Palembang – Memastikan penyelenggaraan event  Asian Games tidak ada kendala dari segala persiapan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mengelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama INASGOC di Rumah Dinas Walikota Palembang Sabtu (24/03). Rakor yang berlangsung hampir enam jam tersebut membahas secara rinci kesiapan venue hingga renovasi Sriwijaya Promotion Center untuk Sub-Main Press Center dan sub-International Broadcast Center.

Rakor dengan tema Persiapan pelaksanaan Asian Games Dibuka oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, didampingi Ketua Pelaksana Erick Thohir, Waketum, Sjafrie Sjamsoedsin, Pjs Walikota Palembang, Akhmad Nadjib dan Wakil Ketua Umum KOI, Muddai Madang.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, Rakor yang berlangsung di Kota Palembang ini adalah rapat yang ia tunggu-tunggu, sebab banyak hal yang harus dibahas untuk menyamakan visi dan misi antara Inasgoc dan Panitia Daerah. Menurutnya, kedepan akan mengadakan rapat mingguan dengan Inasgoc di Palembang, baik itu Inasgoc yang ditempatkan di Palembang maupun Inasgoc yang dikirim dari jakarta.

Alex meminta kepada Ketua Inasgoc untuk menempatkan Pengurus Besar cabang olahraga (PB cabor) dari 13 cabor di Kota Palembang, dimana dengan adanya PB cabor dapat menghandle setiap venue masing-masing.

“Walaupun kita berpengalaman mulai dari PON, Sea Games, ISG, AUG, tapi untuk Asian Games kompetisi terbesar kedua setelah olimpiade pasti masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami minta super visi bantuan pengawasan dari Inasgoc dan dari 13 PB yang cabornya dimainkan disini dan tentunya dari OCA,” terangnya

Untuk kesiapan venue, Alex menuturkan venue dari 13 cabor yang dipertandingkan hanya roller skate dan panjat tebing yang masih menunggu barangnya datang. Selebihnya selesai semuanya termasuk pula infrastruktur.

“Sekarang tinggal periode landscaping dan beutification (tanam rumput, taman dan penghijauan), mulai pengaspalan jalan, membenarkan jalan dan trotoar di Jakabaring yang dilakukan serentak,” tuturnya

Lebih jauh Alex mengatakan, Provinsi Sumsel miliki Sumber daya manusia yang kuat, terbukti dengan anggaran yang sangat terbatas, APBD yang kecil mampu menjadi tuan rumah perhelatan olahraga bangsa-bangsa dari 45 negara Asia yakni Asian Games yang penyelenggaraanya tinggal 147 hari lagi.

“Manusia-manusia kuat itu kita (Provinsi Sumsel), APBD kita kecil tidak akan bisa mendukung karena kita punya program lanjutan yang harus dijalankan dengan susah payah atau istilahnya orang Palembang berdarah-darah meminta sponsor sana-sini. Insha Allah venue di JSC semuanya berstandar international. Kita sudah punya 20 venue digunakan 13 venue,” tambahnya

“LRT selesai bulan ini. tapi perlu satu bulan untuk conditioning, tes sinyal, tes listrik dan perbaikan jalan dibawah taman . Juni full operation kita dapat delapan train set, satu set nya itu tiga gerbong. saty gerbong berdiri itu bisa 200 orang. Jadi sekali tarik itu 600 orang. Insha Allah semuanya selesai,” pungkasnya

Sementara Erick Thohir mengatakan tinggal 147 hari menuju Games Times, dimana tidak ada lagi kata mundur kecuali akan menyelesaikan tanggung jawab sebagai panitia Asian Games. Menurutnya tujuan dari workshop ini adalah waktunya melakukan action bukan planning lagi

“Untuk itu kita harus satu visi, satu misi sebagai panitia besar, Panitia bersama Jakarta dan Palembang, Inasgoc. Palembang punya expert yang luar biasa selama ini dimana sudah banyak menyelenggarakan event international jika dibandingkan dengan kota lain,” tuturnya

“Meeting hari ini menginformasikan bahwa kita panitia sudah satu visi dan juga misi, karena kan yang namanyan Asian Games itu di Jakarta dan Palembang. Workshop menjabarkan hal-hal yang harus dilakukan segera bukan planning lagi karena memang sudah tinggal 147 hari. Jadi ini menjadi satu kesatuan,” katanya. (win)

Artikel Terkait