Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyambut baik rencana Maskapai Lion Air membuka rute penerbangan langsung Palembang-Jeddah mulai November 2017 mendatang. Rute baru ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat Sumsel yang hendak melaksanakan ibadah umroh.

Dibukanya penerbangan langsung tersebut merupakan hasil kerjasama antara, Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumsel dengan pihak Lion Air yang melihat betapa repotnya jemaah umroh lanjut usia yang harus transit saat melakukan perjalanan ke tanah suci.

Untuk mendukung agar rute Palembang-Jeddah kedepanya tetap terus berjalan dengan baik, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menginstruksikan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel melakukan peninjauan ulang terhadap perizinan travel umroh luar yang beroperasi di Sumsel khususnya Kota Palembang.

Menurut Alex, selain mencegah terjadinya penipuan berkedok paket umroh, juga mencegah penarikan jemaah umroh Sumsel ke luar wilayah Sumsel. Sehingga jemaah harus diberangkatkan dan membayar di luar Sumsel.

“Kanwil Kemenag akan saya minta stop perizinan travel luar yang mengambil jemaah umroh dari Palembang dan memberangkatkan jemaah dari luar palembang. Ini penting karena untuk kenyamanan jemaah melaksanakan ibadah umroh,” tegas alex, saat menerima audiensi Ketua DPD Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA), Anton Wahyudi, beserta Manager Lion Air, Haris Pramono di Griya Agung Palembang, Rabu (18/10).

Ketua DPD ASITA Sumsel, Anton Wahyudi mengatakan, akan dibukanya penerbangan langsung Palembang-Jeddah karena pihaknya melihat betapa besarnya animo masyarakat Sumsel untuk melaksanakan ibadah umroh.

“Penerbangan pertama akan dilaksanakan 13 November 2017, kita harapkan pak Gubernur bisa melepas jemaah pada penerbangan perdana tersebut,” ujarnya.

Untuk menghindari penipuan paket umroh yang marak terjadi, lanjut Anton Wahyudi, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati memilih travel, dan jangan mudah tergiur dengan harga murah.

“Kalau ada yang menawarkan paket umroh di bawah 15 juta rupiah itu sudah sangat tidak masuk akal, karena komponen tiket pesawat itu sendiri sudah mencapai di angka Rp12 jutaan, belum lagi untuk keperluan lainnya seperti hotel, perlengkapan umroh, transportasi, dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Lion Group, Haris Pramono mengatakan, penerbangan langsung Palembang-Jeddah akan menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 dengan kapasitas 175 tempat duduk yang perupakan tipe pesawat terbaru dari Boeing.

“Yang kita gunakan tipe pesawat terbaru dari Boeing, sebenarnya berkapasitas 180 lebih, namun kita kurangi menjadi 175 untuk kenyamanan para jemaah selama diperjalanan, Palembang-Jeddah ditempuh hampir 8 jam, transit satu kali di India untuk mengisi bahan bakar, kurang lebih 30 menit dan jemaah tidak turun dari pesawat,” ujarnya.

Selain Palembang, lanjut Haris, maskapai Lion Air juga membuka penerbangan langsung ke Jeddah secara serentak di 11 daerah seperti Aceh, Bandung, Jakarta, Solo,Balikpapan dan lainnya. Menurutnya, untuk penerbangan langsung Palembang-Jeddah nantinya akan dilaksanakan setiap hari Senin, dan kepulangan di hari Kamis.

“Kita melihat jemaah dari Sumsel cukup banyak, dan selama ini berangkatnya tersebar seperti transit di Jakarta, ada juga yang ke Singapura dulu, tentu ini tidak nyaman bagi jemaah karena harus naik turun pesawat. Makanya kita buka penerbangan langsung ini untuk memberikan kenyamanan bagi para jemaah,” tandasnya. (rill)

Artikel Terkait