PALEMBANG – Halaman depan Jakabaring Sport City Rabu (JSC) (01/11) pagi, mendapati serangan bom dan serangan kimia dari teroris. Kepulan asap sisa ledakan bom membumbung tinggi tak jauh dari pusat perhelatan Asian Games 2018 mendatang.

Beruntung tak lama kemudian sejumlah mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi. Sejumlah ambulance pun sigap mengamankan korban ledakan. Itulah sekilas simulasi Pelatihan Mitigasi Aksi Terorisme Integratif (Kementerian / Lembaga / Dinas / Instansi, Polri dan TNI) dan Sistem Informasi Crisis Center dalam rangka Pengamanan Asian Games Tahun 2018.

Simulasi itu disaksikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Alex Noerdin. Diapun mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. Menurutnya,  dari hasil mitigasi pelatihan ini tentunya mampu mengetahui mana hal-hal yang harus dipenuhi, sekaligus mengevaluasi  apa yang harus disempurnakan.

“Contoh saja berapa Damkar yang diperlukan, berapa ambulance yang dibutuhkan. Nah ada posko di dalam,  ada posko di luar itu harus disiapkan semua, tetapi kita Alhamdulillah Jakabaring ini terintegrasi dengan 20 venue berstandar internasional semua ada di sini. Atlet dan official itu menginap di dalam makan bersama di Dinning hall. Jadi pengamananya itu Insha Allah lebih mudah,” ungkapnya

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya yang telah mempersiapkan secara detail bagaimana penanganan terhadap potensi ancaman-ancaman yang akan terjadi nantinya.

“Saya mengucapkan terimakasih pada Polri, TNI. Apalagi tidak sekali ini saja kan, dari hasil yang ini kita evaluasi nanti kita adakan mitigasi yang kedua,” tuturnya

Ia turut menghimbau agar pengamanan dipersiapkan mulai dari pintu gerbang masuknya, tak luput pula saluran tegangan tinggi yang menyalurkan listrik, pipa gas diseputaran JSC.

“Jadi ini sangat komprehensif dan memerlukan integrasi diantara instansi terkait,” pungkasnya

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Drs. Suhardi Alius, MH mengatakan, segala kemungkinan yang terjadi termasuk pula ancaman-ancaman terorisme dari berbagai macam sumber ataupun masalah kimia lainnya telah dipersiapkan dengan matang.

“Nah kita latihkan bagaimana peran dari masing-masing instansi untuk bisa berkolaborasi dan ini betul kita kuasai. Nanti juga ada beberapa posko yang betul-betul mendekat sehingga yang dilatihkan itu betul-betul direalisasikan,”

Ia menuturkan, untuk saat ini ada tiga hal yang diamankan pertama adalah masalah orangnya, kemudian tempat, dan barang. Termasuk pula pergerakan ketiganya menjadi sasaran.

“Nah pergerakan terpadu dan terintegrasi ini mudah-mudahan kita bisa laksanakan, dan ini tidak akan berhenti, secara terus menerus akan dilatihkan terus. Tahun depan kita akan kemari lagi dan akan kita latih kembali dengan situasi yang sebenarnya, sehingga kita bisa mengantisipasi sebaik mungkin,” tegasnya

Untuk ancaman saat ini, ia menyarankan untuk tetap siaga, sebab potensi masih ada. “Kita jangan berandai-andai, lebih bagus pencegahan yang kita utamakan daripada kita melakukan penegakan hukum,” ungkapnya. (ril)

Artikel Terkait