PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumsel yang akan melaksanakn mudik lebaran tahun ini agar tidak secara bersamaan dengan mengatur jadwal mudik masing-masing sehingga tidak ada penumpukan arus mudik dan begitu juga arus balik.

“Kita libur lebaran tahun ini 10 hari, ini tujuannya untuk mengurai atau menyebar arus mudik dan arus balik agar tidak terjadi penumpukan,” ungkapnya

Menurut Alex Noerdin, khusus untuk pelayanan publik selama libur lebaran harus tetap berjalan seperti rumah sakit, perhubungan dan danlainnya. Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri akan mengadakan posko secara bergilir. “saya tegaskan juga mulai 3 Juli semua pegawai sudah harus masuk bekerja kembali tidak boleh ada yang masih libur,” tegas Gubernur Alex Noerdin saat menghadiri apel gelar pasukan operasi Ramadniya Musi 2017 di halaman Mapolda Sumsel, Senin (19/6).

Lanjut Gubernur Alex Noerdin, operasi Ramadniya ini merupakan suatu kesatuan mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Perhubungan dan lainnya bersama menjalankan amanat Kapolri yakni menurunkan dan mengantisipasi kecelakaan lalulintas selama libur lebaran. “Semua bersatu melaksanakan operasi Ramadniya. Tekat kita menurunkan Lakalantas dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Sementara, Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengungkapkan bahwa keseluruhan personil yang diturunkan pada operasi Ramadniya ini meliputi anggota Polisi sebayak 2460 personil ditambah dari TNI 900 personil danlainnya seperti Pol PP, Perhubungan, BPBD, Kesehatan, Damkar dengan total personil sekitar 4800 lebih.

Menurutnya, khusus pengamanan kota Palembang akan diperketat, anggota Brimob bersama Sabara Polda akan bergabung di Palembang untuk mengamankan pusat perbelanjaan, perbankkan, tempat wisata sampai dengan tutup tetap dijaga. “Untuk sasaran operasi pengamanan lebaran tentunya seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan dan lainnya kita jadikan sasaran operasi,” ungkapnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto juga menghimbau kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran agar sebelum meninggalkan rumah dapat memastikan keamanan seperti mengecek listrik, kompor, air, dan kendaraan yang ditinggal harus dipastikan aman.

“Bahkan masyarakat yang ingin mudik bisa menitipkan rumah yang ditinggal ke Polsek terdekat, dengan melaporkan alamat sehingga akan menjadi sasaran patroli Polsek,” terangnya. 

Lanjut Agung Budi Maryoto, dalam beberapa hari kedepan pihaknya akan turun langsung ke perbatasan Sumsel dan Lampung untuk mengecek kesiapan anggota Polri yang bertugas “Ada informasi disana sering terjadi bajing loncat, jadi sudah saya perintahkan kalau mendapati ada bajing loncat harus ditindak tegas, jangan sampai aktifitas masyarakat diwilayah Sumsel terganggu, ini tidak boleh dan harus kita tindak,” pungkasnya. (ril)

Artikel Terkait