PALEMBANG — Tidak adanya surat protes yang dijawab oleh PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 membuat manajemen Sriwijaya FC meradang. Pasalnya, dari sekian banyak surat protes yang sudah dikirimkan kepada GTS, hingga saat ini tidak ada satupun surat yang mendapat respon.

“Namun berbeda jika klub yang melakukan kesalahan, maka tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk meresponnya. Klub langsung mendapat pemberitahuan dan diberikan waktu melakukan klarifikasi, setelah hukuman dijatuhkan maka langsung diumumkan ke media,” keluh sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Senin (7/11) sore.

Pihaknya mencontohkan beberapa surat protes yang sudah dikirimkan SFC selama ini seperti kepemimpinan wasit yang dirasa kurang baik saat di lapangan atau permasalahan digantinya jersey tim lawan saat pertandingan melawan Bhayangkara FC (2/10) lalu.

“Klub diajarkan untuk mengikuti aturan dan prosedur saat melakukan protes, namun justru mereka yang tidak pernah membalas surat dari kami tersebut. Padahal ini antar 2 pihak di kompetisi profesional, bukan pertandingan tarkam. Jika kami mendapat penjelasan, maka kami pun tahu apa hukumannya bila klub melanggar aturan dengan tidak mematuhi hasil technical meeting, kalau seperti ini semuanya bikin bingung dan ada kemungkinan pelanggaran terulang lagi,” tambahnya.

Kasus lainnya yang juga luput dari GTS saat sebuah klub gagal berangkat bertanding ke Serui beberapa waktu lalu. “Apakah ada hukuman, apa ada pengurangan poin. Saat mereka mengumumkan bentuk hukuman ke klub, seharusnya publik juga diberitahu jika ada hukuman untuk perangkat pertandingan yang mereka persiapkan, misalnya wasit yang membuat keputusan fatal atau PP yang lalai seperti kasus jersey BFC lalu,” cetusnya. (dedi)

RelatedPost