Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang kembali menunjukkan magisnya sebagai kuburan buat tim lawan. Sejak sempat hancur-hancuran musim lalu dan beberapa kali menerima kekalahan di depan publik sendiri, sekarang GSJ menjadi tempat mengerikan buat tim lawan dan hasilnya meski sempat tercoreng oleh kekalahan di final SCM Cup lalu, performa Asri Akbar dkk mulai membaik.
Setidaknya usai partai melawan Arema Cronus tersebut, gawang Sriwijaya FC tidak berhasil ditembus oleh tim lawan. Melawan Persiram, PSPS Riau dan Martapura FC, kiper Dian Agus Prasetyo belum mendapat ujian berarti dan 3 catatan clean sheet tersebut dipercaya akan meningkatkan motivasi lini pertahanan yang digalang oleh Fachrudin dan Abduolaiye Maiga.
Namun jika melihat lawan yang dihadapi, memang skuad laskar wong kito seperti belum mendapatkan lawan yang sepadan. Bagaimana jika nanti harus bertemu kekuatan papan atas Indonesian Super League seperti Persib Bandung, Persipura Jayapura atau Arema Cronus kembali? Akankah magis GSJ yang pernah mencatat rekor kemenangan 100 persen di kandang saat terakhir kali meraih juara di tahun 2011/2012 bisa terulang?
Para punggawa SFC sendiri paham dengan kondisi tersebut dan berharap para suporter setia dapat kembali memenuhi serta mendukung langsung perjuangan mereka di lapangan. Sesuatu yang sekarang seperti hilang kala SFC melakoni laga di kandang. “Suporter adalah pemain 12 bagi sebuah tim dan dukungan melalui yel-yel atau teriakan positif sangat menambah semangat kala bertanding,” ungkap Ferdinan Sinaga.
Hal serupa juga dikatakan Asri Akbar yang berharap kedepannya para suporter SFC dapat berbondong-bondong mendukung di GSJ. “Aneh juga kalau bermain tanpa teriakan penonton, walau sebagai pemain profesional kami harus tetap fokus. Yang jelas tim ini butuh bantuan dari suporter, apalagi target kita adalah mengembalikan gelar juara ke Palembang,” harapnya.
Sementara itu, ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko mengakui jika dalam beberapa laga belakangan ini animo penonton sedikit menurun. Menurutnya, ada beberapa penyebab dalam 2 laga terakhir ini anggotanya terkesan berkurang saat di GSJ. “Jadwal laga yang berbarengan dengan ujian sekolah adalah salah satunya. Tapi kami yakin semuanya akan kembali normal saat di ISL nanti,” jelasnya.
Namun dirinya berharap, pihak kepolisian agar dapat terus memberikan rasa aman bagi penonton selama di GSJ. “Jangan sampai selain menjadi kuburan buat tim lawan, GSJ juga terkesan menjadi kuburan buat SFC karena sepinya penonton. Ini akan menjadi tantangan buat kami untuk kembali mensolidkan barisan, apalagi tahun ini kami merayakan ultah yang ke 10 tahun. Di ISL nanti, kami akan total mendukung tim, baik di kandang dan tandang, saat tim sedang menang maupun kalah,” pungkasnya.

Artikel Terkait