Adanya penundaan kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2015 mendapat perhatian dari seluruh pihak, baik dari pelaku maupun pecinta sepakbola nasional. Termasuk juga legiun anyar Sriwijaya FC, Goran Ljubojevic yang mengaku menyesalkan adanya pemunduran kick off kompetisi tertinggi di tanah air ini.

“Saya pikir ini sesuatu yang tidak profesional,” ujar pemain asal Kroasia ini saat dimintai tanggapannya mengenai penundaan ISL hingga 4 Maret mendatang. Menurutnya, apa yang terjadi di sepakbola Indonesia ini akan berdampak kurang baik kedepannya.

Pemain yang musim lalu bermain di Liga Singapura ini pun mengaku penundaan kompetisi seperti ini baru pertama kali dialaminya sepanjang kariernya. “Kalau penundaan pertandingan pernah, dikarenakan faktor force majeur biasanya. Tapi jika karena konflik antara federasi sepakbola dengan pemerintah rasanya baru sekali ini,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan dirinya membatalkan kontrak dengan laskar wong kito karena penundaan ini, pemain berpostur 190 cm ini menegaskan komitmennya sebagai pemain profesional. “Apa alasannya hingga saya perlu membatalkan kontrak yang sudah ditandatangi? Dan ini pun bukan masalah SFC, jadi saya akan terus meneruskan ikatan kerjasama sebelumnya dan membantu klub mewujudkan targetnya,” tegasnya.

Menurutnya, saat pertama kali datang ke Palembang, dirinya memang punya target khusus yang ingin diwujudkannya yaitu membawa klub berprestasi tingggi. “Saya datang bukan untuk menjadi pemain terbaik atau top skor, namun menjadi pemain yang berguna dalam tim. Karena kepentingan tim adalah segalanya,” ungkap pemain yang pernah bermain di Liga Belgia ini.

Mengisi liburan selama 4 hari yang diberikan manajemen SFC pasca pemunduran ISL kemarin, Goran mengaku menghabiskan waktunya bersama kompatriotnya Raphael Maitimo di ibukota Jakarta. “Saya liburan sebentar, Senin (23/2) pagi sudah pulang ke Palembang dan sorenya akan kembali berlatih seperti biasa,” pungkasnya.

RelatedPost