Harapan untuk segera merumput bersama Sriwijaya FC disampaikan Goran Ljubojevic yang merayakan ultahnya ke-32, Senin (4/5). Pemain asal Kroasia ini sendiri mengaku cukup kaget setelah mengetahui kompetisi QNB League 2015 akhirnya dihentikan oleh PSSI dengan alasan force majeur.

“Saya pulang untuk berlibur sejenak dan menunggu jadwal baru, namun sehari setelah tiba di Kroasia saya mendengar bahwa QNB League 2015 sudah dihentikan oleh PSSI. Tentu kabar tersebut cukup membuat saya terkejut, padahal selama masa liburan saya sudah mengajukan permohonan kepada klub asal kota saya yang bermain di Liga Premier Kroasia untuk menjaga kondisi dan mendapatkan persetujuan,” jelas pemain yang musim lalu bermain di Liga Singapura ini.

Menurutnya, Liga Indonesia meskipun di beberapa sisi masih sedikit di bawah Liga Singapura, namun punya potensi untuk berkembang jauh lebih besar. “Soal pengaturan jadwal dan profesionalisme, mungkin Liga Singapura jauh lebih tertata rapi. Tapi jika melihat antusias penonton dan kualitas pemainnya, saya bisa katakan Liga Indonesia lebih baik,” jelas eks kapten timnas U21 Kroasia ini.

Diakuinya, saat pemain lokal Indonesia punya kemampuan setingkat di atas pemain asal Singapura. “Disana seluruh klub menggunakan 5 pemain asing, dan jika ada dua atau satu pemain yang absen maka akan sangat terasa. Karena itu saya tidak kaget melihat wakil Singapura di AFC Cup kalah telak dari klub Indonesia, mereka sangat bergantung dengan kualitas legiun asingnya dan di kompetisi tersebut hanya diperbolehkan memainkan 3 pemain asing saja,” tegasnya.

Dalam pandangannya, pemain lokal yang dimiliki SFC saat ini pun merupakan salah satu yang terbaik di QNB League 2015. “Tapi untuk meraih juara tidak cukup memiliki pemain yang baik, kami harus menyatukannya dalam sebuah tim. Namun punya pemain seperti Ferdinan Sinaga atau Titus Bonai sangat menyenangkan, sebagai seorang target man saya perlu umpan matang dan mereka sudah melakukan semua itu dengan baik sejauh ini,” pujinya.

Terkait ultahnya, Goran mengaku merayakannya bersama keluarganya di Osijek. “Saya berkumpul dengan kedua orang tua, apalagi dalam waktu dekat putra saya Lukas akan segera dibaptis dan memasuki bangku sekolah. Sebelum mendengar penghentian kompetisi, saya dijadwalkan akan kembali ke Palembang pada 20 Mei nanti, sekarang saya akan menunggu kontak dari manajemen SFC lagi,” pungkasnya.

Artikel Terkait