Meski lebih diunggulkan di atas kertas, namun Sriwijaya FC hanya mampu mencatat kemenangan tipis 1-0 atas PS TNI di laga perdana Grup B turnamen Piala Gubernur Kaltim, Minggu (28/2) sore di stadion Aji Imbut Tenggarong. Gol semata wayang bagi laskar wong kito dicetak oleh Alberto Goncalves di menit 10 babak pertama melalui titik penalti.

Hukuman ini sendiri diberikan wasit Suwandi setelah pemain PS TNI Syaiful Ramadhan melanggar keras M Ridwan di kotak penalti PS TNI. Meski mengantongi kemenangan, namun asisten pelatih SFC Hartono Ruslan mengaku anak asuhnya masih banyak melakukan kesalahan di laga perdana ini.

“Sesuai dengan prediksi kami sebelumnya, PS TNI akan sangat menyulitkan dan itu terbukti di laga ini. Jadi kemenangan ini sangat kami syukuri,” ujarnya usai pertandingan. Diakuinya, menurunnya pressure yang dilakukan Firman Utina dkk adalah hal yang paling disorotinya di pertandingan pertama ini.

“Setelah unggul, kami sedikit hilang konsentrasi dan tekanan terhadap tim lawan juga menurun. Hal itu membuat PS TNI mampu mengembangkan permainannya, selain itu finishing lini depan SFC juga belum memuaskan, tetapi sekali ini masih laga pertama, pemain juga perlu beradaptasi dengan cuaca disini yang sedikit berbeda dengan Palembang, kedepan kami akan lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, kapten tim SFC Firman Utina menegaskan bahwa laga perdana di turnamen atau kompetisi apapun pasti akan sangat menyulitkan. “Jadi apapun hasilnya kami sangat bersyukur, sebagai tim dengan 11 pemain baru di dalamnya tentu kami harus memulai dari awal lagi, kalau ada yang menilai tim ini banyak kekurangan, bagi saya itu sesuatu yang wajar,” ungkap exco APPI ini.

Di sisi lain, manajer tim PS TNI Amin menilai anak asuhnya tidak layak kalah di laga ini dan keputusan wasit yang memberikan hukuman penalti kepada timnya merupakan sebuah kesalahan. “Tentu kami kecewa berat, hukuman penalti itu salah dan keputusan wasit sangat kami pertanyakan. Secara umum kami lebih menguasai pertandingan, tetapi lawan lebih bisa memaksimalkan peluang,” ungkapnya.

Pihaknya tidak menampik bahwa di tim PS TNI memang tidak memiliki seorang goal getter yang tajam di lini depan. “Kami bisa menciptakan peluang, tapi penyelesaian akhir selalu tidak maksimal. Sebenarnya ini masalah yang sudah kami evaluasi sejak turnamen PJS lalu, kedepan kami akan cari striker yang lebih tajam,” keluhnya.

Berbeda dengan sang manajer, Kapten PS TNI, Legimin Raharjo mengaku enggan mempermasalahkan keputusan hadiah penalti yang diterima timnya. Menurutnya, PS TNI tidak beruntung di laga ini karena lebih menguasai pertandingan secara umum.  “Ini disiarkan langsung di televisi, jadi biarkan orang lain yang menilai. Tetapi saya pribadi menghormati keputusan wasit tersebut, tapi boleh dibilang kami kalah beruntung di laga ini,”pungkasnya.

 

Artikel Terkait