Laskarwongkito.com-Meski rencana kehadirannya masih terganjal oleh beberapa aturan, namun Gojek masih optimis bisa hadir di Filipina. Co Founder and Chief Information Officer (CIO) Gojek Kevin Aluwi mengatakan, perusahannya tengah berdiskusi dengan regulator terkait supaya mendapat izin untuk menyediakan layanan di Filipina.

“Kami optimistis segera berada di pasar (Filipina),” ujarnya dikutip dari Reuters, Kamis (24/1).

Adapun Gojek ditolak kehadirannya oleh Badan Pengatur Perhubungan Darat Filipina (Land Transportation Franchising and Regulatory Board/ LTFRB). Ketua LTFRB Martin Delgra menyatakan, Gojek tidak memenuhi persyaratan kepemilikan modal asing untuk beroperasi di negaranya.

Pemerintah Filipina memang membatasi kepemilikan saham asing untuk bisnis tertentu, termasuk transportasi, maksimal 40%. Selain itu, pemerintah Filipina melarang adanya tarif dinamis atau berubah-ubah sesuai permintaan.

Alhasil, Gojek berinvestasi ke penyedia layanan dompet digital lokal berbasis blockchain, Coins.ph. Dengan begitu, Go-Pay diharapkan bisa lebih dulu beroperasi di Filipina. Go-Pay akan menggabungkan keahlian teknologi, skalabilitas, dan pengalamannya dengan sistem blockchain dari Coins.ph.

Techcrunch melaporkan, nilai investasi ini mencapai US$ 72 juta atau sekitar Rp 1,02 triliun. Namun, Aluwi menolak untuk mengonfirmasi besaran investasi tersebut. Tetapi, ia mengatakan bahwa perusahaan melihat bahwa pembayaran sebagai bagian penting dari platform yang akan berkembang.

Selaini itu Aluwi juga menyampaikan, bahwa transaksi di platform Gojek mencapai US$ 12,5 miliar atau sekitar Rp 176,85 triliun pada 2018. Menurutnya, transaksi ini tumbuh konsisten dan eksplosif. Sejalan dengan hal itu, ia optimistis bisa menggaet pasar Asia Tenggara, yang kini masih dikuasai oleh pesaingnya, Grab.

Pada kesempatan itu, Aluwi juga berkomentar soal isu Gojek mengakuisi JD.ID.

“Kami tidak memiliki rencana dekat atau menengah untuk memasuki ruang e-commerce,” kata Aluwi.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara turut melobi pemerintah Filipina agar melonggarkan aturan bagi Gojek. Alasannya, kehadiran Gojek di negara lain secara tidak langsung akan menyumbang devisa bagi Indonesia. “Kami sedang negosiasi dengan Filipina,” kata dia. (Red/win)