PALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan nampaknya terus mengembangkan sayap, menarik perhatian pihak luar untuk berinvestasi. Kali ini Kedutaan Inggris berminat menjajaki kerjasama dalam bidang infrastruktur dan mengembangkan smart city di Sumsel.

Senior Prosperity Officer Trade & Investment, British Embassy Jakarta, Lena Herlina usai menggelar rapat dengan Pemprov Sumsel, di ruangan rapat Bina Praja, Jumat (23/9) mengatakan pihaknya tertarik untuk menjalin kerjasama yang lebih mendalam dengan provinsi Sumsel untuk infrastruktur dan pengembangan smart city.

“Nampaknya itu dua hal yang juga bisa menjadi titik temu bagi kami sebagai UK investor di bidang tersebut untuk kebutuhan pemerintah provinsi Sumsel yang juga menjadikan itu sebagai fasilitas pembangunan bagi Sumsel,” ungkapnya.

Selain itu, Lina mennyampaikan bahwa pihaknya juga tertarik dalam mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-Api yang nantinya akan dijadikan outlet bagi pemprov Sumsel sebagai titik temu sebelum melakukan ekspor ke pelabuhan Tanjung Carak.

Sedangkan untuk peluang dan nilai investasi, diakui Lina pihaknya belum menentukan angka investasinya. “Karena yang baru ditawarkan oleh Pemprov Sumsel adalah silahkan datang dan mana yang ingin kita masuk (investasi) karena disatu sisi juga kita belum paham apa yang tersedia dan apa yang ingin dikerjasamakan,” ujarnya.

Sementara, Asisten bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yohanes Hasiholan Toruan, mengakui bahwa Sumsel memang membutuhkan smart city yang bisa membantu perkembangan masyarakat Sumsel.

“Kita sudah mendekati Asian Games, tetapi Sumsel secara maksimal belum menjadi Smart City, contoh kecil saja masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu kita menyambut baik jika nanti adanya Smart City,” tutupnya. (juniara)

RelatedPost