PALEMBANG — Untuk mendukung program Indonesia sehat, Pemerintah Sumatera Selatan melalui instruksi Presiden terus mengupayakan pendekatan secara dini terhadap pencegahan penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Sealatan, Lesty Nuraini disela kegiatan Pertemuan Penggalangan Komitmen Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, kamis (16/03) menjelaskan kegiatan ini merupakan kegiatan yang diaharapkan bisa menjadi jembatan untuk menyukseskan program Sumsel Sehat.

Dikatakan Lesty hingga kini perlu dikatahui pola penyakit yang ada sudah begeser dan tidak seperti dulu, kalau dulu penyakit menular yang tinggi. Numum sekarang penyakit tidak menular justru lebih tinggi presentasinya.

Ia menyebutkan, penyakit yang tidak menular dan tinggi presentasinya adalah seperti Hipertensi, Strok,  Diabet, Kanker, beberapa penyakit ini menempati persentase yang cukup tinggi untuk saat ini.

“Oleh karenanya perlu langkah perventif dan promotif, agar pencegahan penyakit tersebut bisa dilakukan secara dini,”katanya.

Menurut Lesty banyak hal yang bermanfaat dari upaya yang saat ini dilaksanakan secara bersama, diantaranya bisa mendeteksi secara dini dan melaksanakan pencegahan lebih awal. Dengan hidup sehat maka produktivitas terjaga dan biaya kesehatan bisa ditekan.

“Untuk menuju hidup sehat itu perlu melalui paradigma sehat sasarannya adalah keluarga sehat, lalu melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat kita libatkan semua pihak untuk melakukan pola hidup sehat yang ter sistematis,” urainya.

Lebih lanjut ia mengharapkan kedepan untuk mengharapkan agar ada tindaklanjut di daerah perlu ada runutan melalui peraturan gubernur dan bupati/walikota, sehingga bisa terlaksana dengan baik.

Dalam kegiatan Pertemuan Penggalangan Komitmen Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, diikuti oleh 4 Dinas kesehatan di Sumsel, yakni, OKI, OKU, Lahat dan Muara Enim, yang merupakan kabupaten yang merupakan permasalahan kesehatan yang krusial. (juniara)

Artikel Terkait