PALEMBANG — Puluhan massa yang  tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Anti Korupsi (GEMPAR) mendatangi Polda Sumsel, Rabu (27/7). Kedatangan massa aksi GEMPAR tersebut untuk menyampaikan dan melaporkan dugaan penyimpangan yang terindikasi dilakukan oleh Kepala BKD Musi Banyuasin dan Camat Lalan.

“Kami mendesak Tipikor Polda Sumsel untuk mengusut dan menyelidiki gratifikasi pada proses Rolling jabatan di lingkungan pemerintahan kabupaten Musi Banyuasin yang diduga dilakukan oleh kepala BKD Kab Muba,” ungkap Febri Zulian Koordinator Aksi didampingi Rohadi Koordinator Lapangan.

Senada dengan Redi Kales SH Koordinator GEMPAR mengatakan, “secara tidak langsung dugaan gratifikasi ini dibenarkan oleh oknum Kepala BKD tersebut, ini dinilai dari pernyataannya yang dilansir dibeberapa media cetak dan online,” ungkap Redi.

“Yang katanya suap itu di depan, bukan dibelakang setelah selesainya dilantiknya jabatan. Mereka yang dilantik menghadap saya dengan niat mereka sebelumnya untuk memberikan ucapan terima kasih untuk membeli bensin dan ada juga yang memberikan bingkisan ikan asin,” ucap Redi menirukan pernyataan Kepala BKD Muba yang ia kutip dari salah satu media.

Selain itu, Redi Kales mengungkapkan bahwa selain dugaan gratifikasi tersebut, massa aksi GEMPAR hari ini juga melaporkan dugaan korupsi yang terindikasi dilakukan oleh Camat Lalan dalam kegiatan pendistribusian beras di kecamatan tersebut.

Sementara itu, Kompol CS Panjaitan yang mewakili pihak Polda Sumsel mengatakan pihaknya siap menampung aksi unjuk rasa yang disampaikan akan diteruskan kepada pimpinanan. (juniara)

RelatedPost