laskarwongkito.com — Gempa besar yang melanda kawasan Jawa Timur, Rabu (16/11) malam juga dirasakan dampaknya oleh punggawa Sriwijaya FC yang tengah berada di kota Surabaya. Bahkan beberapa pemain sempat berlari ketakutan dari hotel Weta Surabaya, tempat laskar wong kito menginap.

“Saya sempat kaget melihat Beto berlari turun tangga, tanpa baju dan sepatu bersama Mauricio. Namun  memang gempa tersebut cukup terasa dan wajar jika semua panic,” ungkap Keith Kayamba Gumbs, pelatih fisik SFC saat dihubungi Kamis (17/11) siang.

Selain itu, pemain muda Rizky Ramadhana dan Hapit Ibrahim juga keluar kamarnya dan bersiap untuk turun lewat tangga darurat. “Pas keluar kamar, om Hartono Ruslan (asisten pelatih) dan coach Widodo juga merasakan hal yang sama, namun syukur alhamdullilah gempanya hanya sebentar,” ujar Hapit.

Pemain SFC lainnya, Ngurah Nanak bahkan sampai dihubungi oleh sang istri di Denpasar Bali karena khawatir mendengar kabar adanya gempa ini. “Disana katanya juga sedikit merasakan adanya gempa tersebut,” ungkap Nanak.

Sementara Hilton Moreira mengaku kesulitan untuk tidur kembali karena takut terjadi adanya gempa susulan. “Saat itu saya sedang tidur dan tiba-tiba semuanya bergoyang, jendela juga ikut bergetar,” jelas pemain asal Brasil ini.

Namun ternyata meski gempa terasa begitu besar, tidak semua pemain SFC menyadarinya. Duo Supardi dan M Ridwan yang berada di kamar menyatakan tidak sadar sedang terjadi gempa. “Mungkin karena sudah tidur, yang jelas kami semua bersyukur tidak terjadi apa-apa. Saya juga kaget saat sarapan tadi hampir semua orang di hotel ini membahas gempa semalam,” ungkap Supardi.

Informasi dari BMKG, gempa ini berkekuatan 6,2 SR dan terjadi pukul 22:10:11 WIB. Lokasinya di 9.32 LS,113.12 BT atau 127 km di tenggara Kabupaten Malang, dengan kedalaman 69 Km.

Gempa terasa sekitar satu menit lamanya dan terasa mulai dari Malang Raya, Blitar, Kediri, Madiun, Surabaya, Jember, Bondowoso bahkan Banyuwangi di ujung timur Jawa.  (dedi)

RelatedPost