Laskarwongkito.com — Ada pemandangan berbeda di Jembatan Sungai Sekanak, Kelurahan 22 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Sebanyak 10 unit perahu kayu berukuran sekitar 3 meter memadati pinggiran Sungai Sekanak. Puluhan perahu tersebut menjajakan berbagai cemilan dan jajanan pasar kepada para warga sekitar.

Rupanya, ide Pasar Terapung  itu berasal dari Pemerintah Kota Palembang, yang  berupaya membangkitkan kembali denyut ekonomi dan pariwisata di sungai Musi.

099552100_1486737845-20170210_143028

(sumber foto: cdn0-a.production.images.static6.com)

Pedagang perahu yang berjualan tersebut menyajikan makan makanan tradisional khas Palembang, seperti pempek, kelepon, bongkol dan lainnya.

Ini mengingatkan Palembang tempo doloe, yang terkenal akan keberadaan seribu anak sungainya. Di mana saat itu sungai menjadi bagian dari aktivitas keseharian yang vital. Seperti jalur transportasi yang menghubungkan daerah satu dengan daerah lainnya yang ada di Kota Palembang.

Program uji coba Pasar Terapung Sungai Sekanak Palembang ini pun mendadak sontak mengundang perhatian para warga dan pengendara sepeda motor yang lewat. Tak sedikit dari mereka yang turun ke pinggiran sungai hanya untuk melihat, berfoto dan membeli jajanan di pasar terapung.

Rencananya program ini akan dimulai dari sepanjang aliran Sungai Sekanak Palembang, yaitu dari Jalan Merdeka hingga Jalan Demang Lebar Daun (DLD) Palembang dan ke seputaran Kapten A. Rivai Palembang.

Pasar-terapung

(sumber foto: bulletinmetropolis.com)

Kehadiran Pasar Terapung ini juga akan menjadi salah satu destinasi Kota Palembang dan akan diperluas lagi hingga ke beberapa anak Sungai Musi di Palembang.

Dengan perahu sebagai wadahnya, pasar terapung memiliki keunikan tersendiri. Menjajakan makanan diatas sungai Musi dengan ombak yang tak terlalu tinggi, juga pasang surutnya air sungai menjadikan pasar terapung semakin terlihat berbeda. (red/dil)

Artikel Terkait