PALEMBANG — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Kadinkes Prov Sumsel) Lesty Nurainy membuka secara resmi Rapat Koordinasi Saka Bakti Husada (SBH) Tingkat Kabupaten/Kota se-Sumsel Tahun 2017 di Hotel Horison Ultima, Jumat (24/03).

Lesty menyampaikan, kesehatan merupakan hak fundamental setiap manusia. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab semua pihak agar hak ini dapat diperoleh semua rakyat, tanpa terkecuali.

“Ada beberapa potensi untuk mendukung keberhasilan program-program kesehatan. Dalam kelompok masyarakat ada kelompok usia remaja-muda, karena kelompok usia ini menerima dan mengolah informasi dengan cepat dan tanggap, mudah mengembangkan keterampilan, serta dapat menggerakkan orang lain,” urainya.

Lanjutnya, Oleh karena itu, pemerintah membidik Gerakan Praja Muda Kirana (Pramuka) sebagai mitra potensial dalam pembangunan kesehatan.

Pada tanggal 17 Juli 1985, Departemen Kesehatan bersama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, membina sekelompok generasi muda di Indonesia dalam bidang kesehatan melalui pembentukan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Saka Bakti Husada).

“Tujuan pembentukan Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Saka Bakti Husada juga berperan sebagai pelopor hidup sehat bagi diri, untuk itu dirinya mengajak seluruh masyarakat yang agar berkontribusi dalam mewujudkan hidup sehat dengan lingkungan yang bersih.

“Kita adakan suatu upaya untuk memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada masyarakat yang mau berkontribusi agar mereka menjadi agent of change mengajak masyarakat berperilaku hidup sehat,” kata dia

Kepengurusan SBH sudah ada di 13 kabupaten/kota sedangkan sebanyak 4 Kabupaten/kota lainnya seperti kabupaten Pali,Empat Lawang, OKU Timur dan Muratara, yang rencananya akan dilaksanakan pelantikan dan pengukuhan pada bulan April 2017.

Sementara itu Wakil Kwarda Pramuka Sumsel, Rusli Nawi mengatakan, SBH merupakan koordinasi Ptamuka dengan pemerintah.

“Kita bekerjasama dengan pemerintah menggalakkan hidup sehat dan bersih. Saat ini

ada 6  kabupaten yang terlibat, InsyaAllah dengan 3 kali kegiatan sudah selesai,” ucapnya.

Pada dasarnya Pramuka dan para medis sudah  mengabdi.  Pramuka dan para medis disetiap cabang dari desa ke desa jadi akan disinkronkan.

“Antara perawat, bidan dan dokter dengan tenaga pramuka  akan di sikronkan, karena itu pasti akan sama mereka dibidang medis dan pramuka dengan keterampilan khusus,” tutupnya.(juniara)

Artikel Terkait