PALEMBANG — Ribuan Guru SMA/SMK yang berada dalam wewenang pemerintah provinsi Sumatera Selatan kini tengah harap-harap cemas, pasalnya 10 dari 17 kabupaten/kota yang berada di Sumsel hingga kini masih menanti kepastian kapan gaji akan cair.

Salah satu alasan keterlambatan pembayaran gaji yakni, karena beberapa pemerintah kabupaten dan kota belum menyerahkan syarat untuk kelengkapan administrasi. Sejak awal Januari 2017, guru SMA/SMK masuk dalam wewenang pemerintah provinsi.

Pengambilalihan wewenang dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi itu sesuai dengan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Surat keterangan pemberhentian pembayaran gaji menjadi salah satu kewajiban penyerahan tata kelola dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi. Namun hingga pekan kedua Februari 2017, beberapa kabupaten/kota belum menyerahkan berkas tersebut.

Kepala Dinas Provinsi Sumatera Selatan Drs Widodo,M.Pd mengaku pembayaran gaji guru terlambat. Keterlambatan itu sebagai imbas dari perpindahan wewenang dan pengelolaan serta belum melengkapi pemberkasan yang menjadi salah satu persyaratan.

“Tapi saat ini sedang dalam proses administrasi . Dan dalam waktu dekat, dana untuk menggaji guru bakal cair, minggu-minggu ini akan segera dicairkan” kata Widodo, Rabu (01/02).

Widodo meminta para guru untuk lebih bersabar lagi, karena gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin memastikan gaji bakal dibayarkan karena itu merupakan hak bagi para guru. (juniara)

Artikel Terkait