Laskarwongkito.com — Sejatinya, di kota-kota besar, telah dikenalkan beberapa rambu-rambu lalu lintas yang bertujuan untuk mengatur para pengendara agar tertib dan mampu memberi rasa nyaman di jalan.

Rambu-rambu lalu lintas lintas tersebut berupa tanda petunjuk, larangan, perintah dan peringatan. Meski demikian, tak jarang para pengemudi mobil/ motor tidak paham arti dari rambu-rambu lalu lintas tersebut sehingga banyak berujung pada pelanggaran lantas hingga kecelakaan.

Nah, kali ini, Tim Limo LWK akan menuliskan satu marka jalan yang boleh dibilang cukup aneh namun bisa menjadi ‘jebakan betmen’ bagi yang tidak mengetahuinya. Iya, soalnya jika melanggar, kamu bakal kena ancaman denda maksimal Rp.500 ribu!

Marka apakah itu? Silahkan lihat pada gambar di bawah ini :

marka-lalin

(Sumber foto: bp.blogspot.com)

Nah, dengan gambar di atas. Kira-kira apa yang ada dalam pikiran kamu? Apakah itu maksudnya anjuran untuk parkir paralel? Atau batas pinggir parkiran?

Jika kamu menebak begitu, maka jawabannya salah!

Di Palembang, markah ini pernah dibuat di ruas jalan Sudirman antara Pasar Cinde hingga ke Simpang IP. Tapi sekarang sudah tidak nampak lagi, mungkin terhapus seiring dengan pembangunan proyek Light Rail Transit(LRT).

Marka jalan berupa garis zig-zag (berbiku-berbiku) berwarna kuning yang dicat di atas aspal yang berbatasan dengan trotoar itu, justru mengandung arti dilarang parkir!

Nah lho, baru tahu kan.

Tak hanya dilarang parkir, pada jalan dengan tanda ini pengemudi juga bahkan dilarang berhenti. Artinya pengendara harus lebih waspada dengan garis kuning zig-zag pada marka jalan ini jika tidak mau kena tilang.

Tanda larangan parkir berupa garis di jalan ini sekaligus sebagai pelengkap rambu parkir yang ada selama ini, karena sampai saat ini rampu dilarang parkir berupa tulisan ataupun gambar juga masih berlaku.

faa20-marka14

(Sumbr foto: wordpress.com)

Aturan tentang garis berbiku-biku

Meskipun bukan barang baru, nyatanya banyak sekali masyarakat yang belum mengetahuinya. Padahal, secara hukum, marka berbiku-biku itu sudah diatur dalam beberapa dasar aturan, yakni :

  1. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 34 tahun 2014 tentang marka jalan. Bab III tentang marka jalan berupa tanda, Pasal 13 huruf f: tentang marka lainnya
  2. Pasal 39 Huruf b, yang menyatakan: marka larangan parkir atau berhenti di jalan
  3. Pasal 43 ayat 1 dan 2, yang menyatakan bahwa Marka larangan parkir atau berhenti di jalan sebagaimana dinyatakan dengan garis berbiku-biku berwarna kuning.

Garis berbiku-biku memiliki panjang minimal 1 meter (m) dan lebar minimum 10 sentimeter (cm), catatan garis berbiku adalah garis Zig Zag

Nah gaes, demikian sedikit informasi penting yang wajib para pengguna jalan. Semoga semakin membuat para pengguna jalan semakin waspada dan tentu saja semakin aware dengan aturan yang ada. Toh, tujuan dibuatnya peraturan itu untuk kebaikan kita bersama. (dil/red)

RelatedPost