Pemandangan menarik tersaji usai water break babak kedua laga Sriwijaya FC melawan PS TNI, Minggu (28/2) kemarin. Laskar wong kito tampil tanpa kapten tim usai Firman Utina ditarik keluar oleh pelatih SFC, Beny Dollo. Sementara kapten kedua Asri Akbar juga sudah meninggalkan lapangan lebih dulu sehingga SFC tampil tanpa pemimpin sementara waktu.

Namun Firman Utina memutuskan untuk memberi tanggung jawab sebagai kapten SFC kepada legiun asing asal Korsel, Yu Hyun Koo. Menurutnya sosok eks pemain Persib Padang tersebut layak menjadi pemimpin di lapangan dan punya pengalaman mumpuni selama ini.

“Itu keputusan yang tidak direncanakan sebelumnya, karena selama ini pelatih hanya mengumumkan kapten pertama dan kedua. Dan karena Asri Akbar sudah keluar, maka tentu saya harus memutuskan siapa yang menjadi pemimpin di lapangan,” jelas Firman Utina.

Diakuinya, selain Yu Hyun Koo sebenarnya di dalam skuad SFC masih punya sederet pemain lainnya yang juga layak menjadi kapten tim. “Ada Thierry Gauthessi, lalu Achmad Jufrianto sebenarnya juga pantas jadi kapten, namun pertimbangan saya kemarin lebih karena posisi Yu Hyun Koo sebagai jangkar di lini tengah sehingga bisa lebih berkomunikasi dengan pemain lainnya,” ujar Exco APPI ini.

Sementara itu, Yu Hyun Koo sendiri menjelaskan dirinya tidak mempermasalahkan penunjukan dirinya sebagai kapten dadakan SFC di laga yang akhirnya dimenangkan SFC dengan skor tipis 1-0 tersebut. “Firman sewaktu datang ke saya cuma mengingatkan bahwa jangan ragu-ragu untuk memberi komando kepada seluruh pemain di lapangan dan terus fokus sampai pertandingan selesai,” ungkap Yu.

Pemain yang sudah 5 musim bermain di Indonesia juga mengaku tidak terlalu kesulitan melakoni peran sebagai kapten SFC. “Di klub saya sebelumnya, saya juga sudah sering mendapat tanggung jawab menjadi kapten, jadi rasanya sama saja dan yang terpenting adalah kerjasama dari seluruh pemain,” jelasnya.

Sedangkan Thierry yang sempat akan ditunjuk menjadi kapten mengaku menolak peran tersebut lebih dikarenakan menghormati keputusan jajaran manajemen dan pelatih sebelumnya. “Jabatan kapten sudah diputuskan sebelumnya dan saya juga ingin lebih fokus ke pertandingan. Tapi jika kedepan diputuskan pelatih saya harus jadi kapten, maka saya akan terima, yang terpenting kemarin kita sudah menang dan harus cepat lolos ke putaran selanjutnya,” ungkapnya singkat.

RelatedPost