BALI — Meski kondisinya terus membaik, namun Sriwijaya FC terancam masih belum bisa memainkan Firman Utina di laga penutup putaran pertama kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 melawan tuan rumah Pusamania Borneo FC, Sabtu (27/8) mendatang. Pemain senior laskar wong kito ini masih belum sembuh 100 persen dari cedera yang dideritanya saat laga menghadapi Arema Cronus (14/8) lalu dan hingga kini terus menjalani proses pemulihan intensif.

Seperti terlihat di sesi latihan SFC yang digelar di stadion Gelora Samudra Kuta Bali, Selasa (23/4) pagi, Firman Utina masih belum bisa mengikuti sesi latihan secara penuh dan hanya melakukan jogging ringan di pinggir lapangan. Didampingi fisioterapi SFC, Firman Utina menjalani sejumlah program pemulihan sepanjang 90 menit sesi latihan ini.

“Kondisi saya sudah semakin membaik, namun masih terasa nyeri di bagian tumit. Mengenai apakah bisa main saat melawan PBFC nanti, mohon doanya dan masih cukup waktu untuk pemulihan. Namun semuanya saya serahkan tim medis dan pelatih,” ungkap pemain yang turut mengantarkan SFC menjuarai kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 ini.

Pelatih SFC, Widodo C Putro sendiri mengaku masih menunggu perkembangan terakhir Firman Utina dan tetap berharap bisa memainkan pemain asal Manado tersebut saat menantang PBFC nanti. “Tapi saya tidak mau gegabah dan mesti memikirkan kepentingan pemain juga, saya harus memproteksi Firma Utina agar tidak terkena cedera lebih parah. Masih banyak laga yang harus dimainkan di putaran kedua nanti, tapi jika dia sudah bisa turun bermain tentu menambah opsi di lini tengah SFC, kami butuh pengalaman dan kreatifitasnya di lapangan,” jelasnya singkat.

Selain Firman Utina, SFC juga terancam belum bisa diperkuat oleh pemain senior lainnya yakni M Ridwan yang juga masih belum sembuh dari cedera punggung yang sudah dideritanya sejak awal bulan ini. Bahkan M Ridwan ini sendiri sudah meninggalkan Denpasar dan menjalani program terapi intensif di Semarang sejak Senin (22/4) kemarin.

“M Ridwan memang kita berikan izin menjalani terapi intensif di Semarang karena disana RS dan alatnya lebih lengkap, sebenarnya bisa saja dilakukan di Palembang namun karena tim sedang menjalani laga away jadi kita pilih disana. Kita harapkan di awal putaran kedua nanti dia sudah bisa sembuh 100 persen dan kembali memperkuat SFC seperti biasa,” jelas sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi. (dedi)

Artikel Terkait