PALEMBANG — Pesatnya perkembangan teknologi saat ini dimanfaatkan dengan baik oleh sekolah menengah atas negeri 6 (SMAN 6) untuk membuat sebuah sistem absensi siswa berbasis online ‘finger messenger‘.

Dijelaskan Wakil Kesiswaan SMAN 6 Palembang, Elvi Martalinda saat ditemui crew laskarwongkito.com, Kamis (21/7) bahwa finger messenger merupakan sebuah sistem absensi sidik jari yang terkoneksi secara langsung dengan handphone para wali murid melalui pesan singkat atau messenger. “Jadi orang tua siswa bisa tahu, anaknya sudah tiba atau meninggalkan sekolah,” ungkapnya.

df1c1ade-565d-413b-bef8-a4f096ef3b85

Selain itu, sistem finger messenger ini juga berdampak positif meningkatkan intensitas komunikasi antara anak dan orang tuanya. “Jam masuk sekolah 06.40 pagi, kita beri kelonggaran paling lambat lima menit kalau melanggar sekali dua kali tentu ada sanksi berupa operasi semut atau berdiri di lapangan bola tetapi jika sudah lebih dari tiga kali kita panggil orang tuanya, jadi mereka tahu penyebabnya apa,” jelasnya.

Menurutnya, sistem ini sudah berlangsung sejak tahun lalu dan hasilnya angka keterlambatan siswa berkurang drastis. “Hingga saat ini, untuk seluruh Indonesia baru kita yang pertama dan belum ada sekolahan manapun yang menerapkannya,” pungkasnya. (juniara)

Related Post