PALEMBANG — Festival Sriwijaya XXV yang bertempat di Benteng Kuto Besak resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Senin (18/7).

""

Alex Noerdin mengatakan, dalam festival ini ditampilkan tari kolosal yang mencertakan tentang Dapunta Hyang, seorang raja yang mendarat di Pulau Sumatera tepatnya di pesisir sungai dan kemudian mengarungi perjalanan dan berlabuh di bukit seguntang yang akhirnya membentuk sebuah kerajaan.

“Ini dapat menjadi bahan seminar besok, apalagi jika tari kolosal yang dimainkan oleh puluhan orang ini  dimainkan di opera house Sidney dan Time Square Newyork serta tempat pertunjukan besar lainnya di dunia,” tegas Alex Noerdin.

Ia menambahkan, sebelum menampilkan tarian ini  para penari telah melakukan latihan berkali-kali dalam waktu yang cukup lama. “Ini membuktikan bahwa kita mampu membuat pertunjukan yang spektakuler, punyo kito nian Festival Sriwijaya ini jadi kito inilah yang benggakenyo dewek untuk itu mari bujang gadis kita mampu bersaing menonjolkan budaya kita dengan daerah mana saja. Jadikan sebagai ajang memperkenalkan budaya yang kita miliki,” ajaknya.

Sementara itu Deputi bidang pemasaran pariwisata nusantara Kementrian Pariwisata, Esti Reko Astuti memuji masyarakat Sumsel karena tidak hanya saja pemerintahnya saja yang komitmen dan konsisten dalam memajukan potensi pariwisata dan kebudayaan tetapi juga dari DPRD provinsi Sumsel serta pihak terkait lainnya. “Jadi memang harus bersinergi dan berkoordinasi antara satu sama lain”, ujarnya.

Menurutnya, dari persentase seratus untuk sektor kebudayaan dan pariwisata, 50 persennya adalah budaya Sumsel yang berpotensi untuk dijadikan sebuah produk agar dapat dilestarikan dan promosikan, sedangkan 30 persennya lagi untuk pariwisata alam yang dapat diangkat sebagai produk andalan Sumsel. Sisa persentase lainnya untuk wisata buatan seperti sport tourism yang dapat dikemas untuk menciptakan daya tarik tersendiri seperti pembangunan yang dilakukan dalam menyambut perheletan Asian Games.

“Kami selalu berharap even yang di daerah seperti ini, minimal setiap tahunnya ada tiga yang dapat menjadi produk andalan kita. Jadi kedepannya festival ini dapat berlangsung setiap tahunnnya dan menjadi kalender even nasional serta selalu kita support untuk menjadi produk unggulan,” pungkasnya. (juniara)

RelatedPost