Walau baru memainkan 1 pertandingan bersama Sriwijaya FC, namun sosok Mauricio Leal langsung disanjung setinggi langit oleh fans laskar wong kito. Bahkan beberapa pihak pun menganggap Mauricio sebagai penerus Renato Elias, bek asal Brasil yang merupakan legenda SFC dan menjadi kapten tim sewaktu menorehkan prestasi fenomenal double winner di musim 2007/2008 silam.

Hal ini sendiri cukup beralasan mengingat Mauricio di laga debutnya saat melawan Bhayangkara Surabaya United (BSU), Minggu (22/5) lalu mampu bermain apik.  Tidak hanya berhasil membawa SFC meraih hasil clean sheet, Mauricio juga mampu menyumbangkan gol semata wayang dalam pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan SFC ini.

Namun komunitas suporter SFC Kaskus meminta agar publik tidak terlalu memberikan tekanan berlebihan kepada bek yang memiliki perawakan tinggi dan besar tersebut. Pasalnya, dalam sejarah panjang perjalanan SFC juga ada pemain asing lain yang juga punya catatan manis saat melakoni laga debutnya di SFC.

“Penampilan Mauricio memang sangat menjanjikan dan melihat permainannya kemarin melawan BSU harus diapresiasi. Namun perlu diingat juga dulu Okba Allouchi dan Tsimi Jacq Joel juga pernah melakukan hal serupa namun pada akhirnya melempem dan dicoret dari tim. Tentu kita tidak ingin hal serupa terjadi, karena lawan dan pertandingan kedepan akan jauh lebih berat,” ujar Arga Marshall dari SFC Kaskus saat dihubungi Selasa (24/5) sore.

Menurutnya, dalam pertandingan melawan BSU kemarin, hasil akhir memang menunjukkan bahwa gawang Teja Paku Alam tetap perawan dan catatan manis clean sheet selama 3 pertandingan terakhir di ISC mampu dipertahankan. “Namun jika melihat secara keseluruhan, ada 2 hal yang harus diperhatikan yakni penyelesaian akhir di lini depan yang masih bermasalah, banyak sekali peluang yang didapat namun hanya 1 yang berbuah gol. Kemudian juga gawang Teja pun tanpa ancaman, beberapa kali BSU mendapat peluang emas, walau sama seperti SFC penyelesainnya tidak sempurna,” tambahnya.

Pihaknya pun berharap agar performa baik di lini pertahanan SFC terus dipertahankan dan komunikasi antar pemain bisa lebih meningkat. “Semua pemain belakang SFC termasuk Teja sepertinya masuk kategori pendiam, perlu pemain yang lebih rewel mengkoordinir di lapangan. Mungkin Jupe bisa memegang peranan itu, tapi kini lebih sering ditempatkan di lapangan tengah, tapi kami semua percaya coach Widodo sudah mengantisipasi hal ini,” punglasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Mauricio mengaku dirinya saat ini terus bekerja keras mempelajari bahasa Indonesia dan setiap harinya selalu mencoba mempraktekannya bersama pemain SFC di Wisma Atlet Jakabaring. “Minimal sekarang sudah hapal percakapan sehari-hari, nama pemain, nomor-nomor dan istilah di lapangan. Saya sangat terpacu ingin membawa tim ini menjadi juara di akhir musim nanti, mohon doanya,” ujarnya singkat saat ditemui di Wisma Atlet Jakabaring.

Artikel Terkait