Di saat kondisi sepakbola Indonesia yang belum bangkit dari keterpurukan pasca jatuhnya sanksi FIFA, prestasi gemilang diraih anak bangsa bangsa di perantauan. Andi Susanto, eks pelatih SFC U21 di musim 2014 secara gemilang membawa Bangu Atletico Clube meraih juara di BTV International Football Tournament 2015 yang digelar Vietnam.

Di babak final, anak asuhannya berhasil mengalahkan Korea University Selection Team dengan skor tipis 3-2. “Ini sangat dramatis, karena selama 90 menit babak normal, kami hanya mampu bermain imbang 2-2 dan harus dilanjutkan ke babak tambahan 2×15 menit. Untunglah 5 menit sebelum pertandingan usai kami mampu mencetak gol tambahan sekaligus merebut gelar juara,” jelas Andi yang memiliki lisensi kepelatihan dari PSSI-nya Brasil ini.

Menurutnya, gelar ini pun sangat berarti buat Bangu Atletico Clube karena yang pertama dalam 4 tahun keikutsertaan di ajang ini. “Tentu saya senang, karena turnamen ini cukup berkualitas sebab pesertanya pun tidak sembarangan. Di semifinal kami pun mengalahkan klub besar Vietnam, Becamex Binh Duong,” ungkapnya.

Diakuinya, gelar ini pun dipersembahkannya untuk pelaku sepakbola di tanah air yang tengah berduka karena konflik berkepanjangan. “Sepakbola Indonesia harus cepat bangkit, karena kita punya potensi besar untuk sejajar dengan negara lain tidak hanya di Asia Tenggara namun juga Asia,” ujarnya.

Dirinya pun mengharapkan agar Menpora selaku perwakilan pemerintah dan induk sepakbola di tanah air PSSI dapat segera duduk bersama serta bergandeng tangan demi bangsa Indonesia. “Kita tidak boleh berdiam diri, karena perkembangan sepakbola sangat pesat dan semua negara terus meningkatkan kualitasnya. Saya pribadi optimis Indonesia punya modal yang sangat besar untuk bersaing nantinya,’ tambahnya.

Usai turnamen ini, dirinya mengaku akan pulang ke Indonesia terlebih dulu dan beristirahat sejenak. “Kebetulan saya juga dapat tawaran untuk sebuah proyek pembinaan pemain usia dini dari sebuah klub di Indonesia. Namun saya akan membuat presentasi terlebih dulu, kalau boleh jujur saya sangat ingin berkarier kembali di tanah air,” tegasnya.

Secara tidak langsung, Andi pun mengatakan ingin menjajal peruntungan di salah satu klub Indonesian Super League. “Selama ini saya lebih banyak menjadi konsultan teknik di negara-negara Asia Tenggara dan hanya semusim di SFC U21, kedepan saya ingin mencoba menjadi pelatih klub ISL, tapi jika belum rejeki tidak masalah. Tapi saya punya keyakinan mampu mengemban tugas tersebut,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait