Sempat disebut akan menangani PS TNI di turnamen Piala Gubernur Kaltim, eks pelatih SFC U21 Andi Susanto akhirnya dipastikan batal bergabung dengan tim yang hanya mengandalkan pemain lokal dan mayoritas anggota aktif TNI ini. Hal ini disampaikan oleh manajer PS TNI, Amin di sela-sela technical meeting grup B di stadion Aji Imbut Tenggarong, Sabtu (27/2) siang.

“Awalnya kami hanya mendapat tawaran dan Andi Susanto bergabung untuk membantu tim PS TNI, namun hanya selama 3 hari saja,” ungkapnya. Menurutnya, saat ini PS TNI dilatih oleh Edy Syahputra dan pihaknya optimis akan tetap mampu memberikan kejutan dan kembali mengejutkan seperti turnamen Piala Presiden lalu.

“Kami datang ke Kaltim dengan berkekuatan 21 pemain, rata-rata merupakan pemain yang turun di turnamen Piala Presiden lalu. Perlu kami tegaskan bahwa kami tidak minder berhadapan dengan tim lain yang notabene lebih berpengalaman seperti Mitra Kukar, SFC dan Madura United,” tegasnya.

Menghadapi SFC di laga perdana, dirinya berharap anak asuhnya tidak minder dan menujukkan daya juang tinggi khas ala prajurit TNI. “SFC unggul di atas kertas, mereka juga klub besar dengan sejarah panjang, termasuk gelar double winner yang sangat saya ingat. Tapi kami tidak akan mudah menyerah,” ujar Amin.

Sementara itu, Andi Susanto membenarkan bahwa dirinya sudah tidak menjadi bagian dari skuad PS TNI terhitung sejak Rabu (24/2) lalu. “Namun salah kalau dibilang saya hanya 3 hari disana, yang jelas lebih dari seminggu, kira-kira 10 hari. Soal alasan mengapa saya tidak menjadi bagian dari PS TNI, nanti akan saya sampaikan setelah menghadap Pangkostrad yang memerintahkan saya kesana, Rabu (2/3) mendatang. Tapi sepertinya kedepan saya akan melanjutkan karier ke Brasil, yakni Bangu Atletico Cube,” jelasnya singkat saat dikonfirmasi.

Artikel Terkait